Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hasto: Jangan Ada Lagi Orang Tua Tak Izinkan Anaknya Imunisasi

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 22:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasto: Jangan Ada Lagi Orang Tua Tak Izinkan Anaknya Imunisasi Doc: bkkbn.go.id

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengingatkan jangan ada lagi orang tua yang tidak mengizinkan anaknya imunisasi.

"Dokter-dokter anak teruslah mengedukasi dengan tepat agar tidak ada lagi orang tua yang tidak memberi izin imunisasi pada anaknya, karena edukasi atau pengetahuan ibu adalah komponen utama bagi kesehatan anak-anak," ujar Hasto dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (31/7).

Kepala BKKBN menyampaikan hal tersebut dalam kelas orang tua hebat (Kerabat) seri ketujuh tahun 2024 edisi Hari Anak Nasional yang diselenggarakan secara hibrida pada Selasa (30/7).

Hasto menekankan pentingnya tenaga medis di puskesmas atau rumah sakit untuk terus membersamai orang tua mendorong imunisasi sukses, mengingat persentase anak yang tidak imunisasi karena tidak diizinkan keluarga masih tinggi.

"Proporsi alasan tidak diimunisasi pada anak 0-59 bulan karena tidak diizinkan keluarga sebesar 47 persen, lalu dengan alasan khawatir akan efek samping sebesar 45 persen," kata Hasto seraya menyebutkan masih ada 35,8 persen anak umur 12-23 bulan yang tidak lengkap imunisasi dasar, sedangkan proporsi imunisasi lanjutan lengkap pada anak 24-35 bulan sebesar 42,5 persen, tidak lengkap 48,6 persen, dan tidak imunisasi 8,9 persen.

"Gizi yang baik, pengasuhan, dan stimulasi adalah beberapa faktor yang dapat mencegah stunting. Selain itu, imunisasi lengkap juga sangat penting, jangan terlewatkan agar penyakit yang telah lama hilang jangan sampai muncul lagi," ucap dia.

Hasto juga menegaskan pentingnya para ibu membaca agar sadar tentang pentingnya pemberian imunisasi dan pencegahan stunting dengan memberi asupan bergizi, serta pengasuhan yang terbaik bagi anak-anak.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah anak usia dini di Indonesia diperkirakan sebanyak 30,2 juta jiwa pada 2023. Jumlah tersebut setara dengan 10,91 persen dari total penduduk Indonesia tahun ini. Menurut usianya, sebanyak 59,95 persen anak usia dini di Indonesia berada di rentang umur 1-4 tahun, dan 28,83 persen di kelompok umur 5-6 tahun. Sedangkan 11,22 persen anak usia dini berumur kurang dari satu tahun.

"Penting untuk menyiapkan anak berkualitas dalam rangka menyambut Indonesia Emas tahun 2045, tetapi sebelum itu kita harus menyambut bonus demografi, di mana kita harus menjadi generasi produktif sehingga bisa menanggung generasi tua," papar Hasto.

Menurut Hasto, anak harus menjadi generasi yang cerdas serta memiliki intelektual dan kemampuan cukup karena akan menjadi tulang punggung Indonesia di tahun 2035. "Kita harus keluar dari jebakan pendapatan rendah, kalau lewat 2035 kita tidak bisa keluar dari kemiskinan, maka akan semakin sulit karena sudah banyak populasi menua dan usia produktif tidak sebanyak sekarang. Mari, kita manfaatkan dengan baik 10 tahun terakhir untuk meningkatkan pendapatan per kapita melalui anak sehat dan produktif," ungkap dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.