Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tol Baru Dibuka Picu Risiko Overtourism, GIPI Ingatkan Yogya Siap-Siap Tercekik Wisatawan!

24 Selasa, 05 Agu 2025, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tol Baru Dibuka Picu Risiko Overtourism, GIPI Ingatkan Yogya Siap-Siap Tercekik Wisatawan! Tol Baru Dibuka Picu Risiko Overtourism, GIPI Ingatkan Yogya Siap-Siap Tercekik Wisatawan! Doc: ANTARA FOTO/ Hendra Nurdiyansyah.
Ket. Foto udara sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Prambanan, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah.

YOGYAKARTA – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyoroti perlunya langkah antisipatif terhadap potensi overtourism seiring meningkatnya aksesibilitas menuju kawasan wisata, khususnya setelah dibukanya jalur tol Prambanan–Klaten.

Pembukaan infrastruktur tersebut diproyeksikan akan mendorong lonjakan jumlah kunjungan wisatawan ke DIY, yang meski berdampak positif terhadap sektor ekonomi, juga menimbulkan risiko terhadap daya dukung lingkungan, kapasitas infrastruktur lokal, serta kualitas pengalaman wisata.

"Karena kalau itu tidak ditata dengan baik, yang terjadi nanti akan jadi 'overtourism'," ujar Ketua GIPI DIY Bobby Ardyanto saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa (5/8).

Menurut Bobby, fenomena overtourism atau lonjakan wisatawan melampaui kapasitas perlu diantisipasi bersama oleh pemerintah daerah dan pelaku pariwisata, terlebih jika tidak disertai dampak ekonomi yang signifikan.

Dia menyebut salah satu dampak yang patut diwaspadai adalah tingginya arus wisatawan tanpa diiringi pengeluaran atau belanja yang sepadan, sebagaimana pernah menjadi perhatian Bank Indonesia (BI).

"Apa yang dikeluhkan Bank Indonesia? Traffic-nya Yogya tinggi, tetapi 'spending'-nya rendah, itu juga akan terjadi. Karena mereka hanya menelusuri jalan, tapi tidak ada 'spending'," ucapnya.

Konektivitas tol, lanjut Bobby, memang membuka peluang kunjungan yang lebih besar, terutama dari daerah-daerah dalam radius enam jam perjalanan darat. Namun jika tidak ditopang penguatan daya tarik dan kualitas produk wisata, wisatawan memungkinkan sekadar menjadikan Yogyakarta sebagai tempat singgah.

"Kalau tidak ada daya tarik yang kuat, ya mereka tidak akan tinggal di sini, tetap cukup singgah saja. Ini yang harusnya dipahami oleh seluruh stakeholder, termasuk pemdanya," ujarnya.

Selain itu, Bobby juga menyoroti potensi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta tetapi memilih menginap di kota lain seperti Solo, Jawa Tengah, yang memiliki tarif akomodasi lebih terjangkau.

"Sekarang dari Solo ke Yogyakarta 30 menit. Itu menjadi satu potensi risiko buat kita, berwisata ke Yogyakarta tetapi menginapnya ke Solo," katanya.

Untuk itu, menyusul telah dibukanya Tol Prambanan-Klaten, Bobby berharap strategi penataan kepariwisataan ke depan melibatkan kolaborasi semua pihak, termasuk antarwilayah.

Ia mengusulkan adanya sinergi antara DIY dan Jawa Tengah, mengingat keduanya merupakan kawasan penyangga Borobudur sebagai destinasi super prioritas.

"Perlunya sebenarnya bagaimana dua pemerintah daerah, baik Jawa Tengah dan Yogyakarta bertemu untuk menata potensi, sehingga yang terjadi saling melengkapi, saling menguatkan, bukan berkompetisi," tutur Bobby.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Juli 2025, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke DIY sejak Januari hingga Mei 2025 tercatat 2.958.929 orang, atau turun 130.926 dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sementara wisatawan mancanegara mencapai 77.338 orang.

Jalan tol Solo-Yogyakarta segmen Klaten-Prambanan resmi beroperasi per 2 Juli 2025 sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU).

Selain mempermudah akses transportasi, keberadaan tol sepanjang 8,6 kilometer itu disebut mampu memangkas waktu tempuh Semarang-Yogyakarta lebih dari dua jam dibandingkan melalui jalan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.