Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Letusan Capai 1 KM di Atas Puncak!
📅 Rabu, 02 Jul 2025, 13:52 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Antara Foto
Lumajang, Jawa Timur - Gunung Semeru, yang berdiri megah di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Rabu pagi. Tepat pukul 07.40 WIB, Semeru meletus lagi—kolom abu membumbung setinggi 1.000 meter di atas puncak, atau mencapai ketinggian sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut, kata petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Ghufron Alwi, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Abu vulkanik yang menyembur berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Letusan ini juga terekam oleh seismograf—menunjukkan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 121 detik.
Menurut catatan petugas, ini bukan pertama kali Semeru menunjukkan jejak letusan hari itu. Sebelumnya, pukul 00.34 WIB gunung ini juga sempat erupsi dengan kolom abu setinggi 300 meter di atas puncak—meskipun visualnya tidak terlalu jelas, demikian laporan Ghufron.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru tetap di level Waspada (II). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah saran keselamatan bagi masyarakat:
• Larangan aktivitas di sektor tenggara (Besuk Kobokan) dalam radius 8 km dari puncak, guna menghindari aliran lahar, awan panas, dan guguran lava.
• Untuk wilayah luar radius 8 km, larangan diperluas hingga 500 meter dari tepi sungai sepanjang aliran Besuk Kobokan, karena potensi bahaya masih besar hingga jarak 13 km.
• Radius aman 3 km dari kawah harus dipatuhi untuk mencegah dampak lontaran batu pijar dan bagian aktivitas vulkanik semisal awan panas
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi lahar hujan, guguran lava, atau awan panas yang dapat terbawa ke sungai-sungai hulu seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Erupsi hari ini mengingatkan bahwa Semeru bukan hanya melukiskan keindahan alam yang memukau, tetapi juga menyimpan kekuatan destruktif yang harus dihormati. Bagi masyarakat di sekitarnya—selalu waspadai potensi bahaya dan patuhi peringatan resmi demi keselamatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!