Gubernur Pramono Punya Strategi untuk Kendalikan Inflasi & Digitalisasi Jakarta Jelang Nataru
📅 Jumat, 05 Des 2025, 10:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri High Level Meeting TPID dan TP2DD di Sari Pan Pacific Hotel untuk membahas inflasi, digitalisasi, dan ketahanan pangan jelang akhir tahun. Pertemuan ini digelar bersama Bank Indonesia, OJK, dan Forkopimda guna memperkuat stabilitas Jakarta yang tengah bertransformasi menuju kota global.
Pramono melaporkan bahwa inflasi Jakarta hingga November 2025 masih terjaga sesuai target nasional. Ia menyebut peluang untuk menjaga inflasi di kisaran 2,6-2,7 persen hingga Desember sangat terbuka dan menjadi indikator stabilitas ekonomi daerah.
"Sampai November 2025, inflasi Jakarta terjaga dengan baik. Mudah-mudahan sampai akhir tahun atau bulan Desember, inflasi di Jakarta berada pada kisaran 2,6–2,7 persen," jelas Gubernur Pramono.
Pada aspek digitalisasi, Pramono menilai pasar-pasar di Jakarta mengalami kenaikan signifikan dalam penggunaan layanan pembayaran digital. Ia pun mengusulkan lomba digitalisasi baru di pusat perbelanjaan, termasuk lomba diskon serta dekorasi Natal dan Tahun Baru.
Gubernur meminta dukungan berkelanjutan dari BI dan OJK untuk memperluas ekosistem pembayaran nontunai di seluruh Jakarta. Ia menyebut digitalisasi di ibu kota berkembang lebih cepat dibanding daerah lain dan masih memiliki ruang akselerasi yang besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Digitalisasi di Jakarta berkembang jauh lebih pesat dibandingkan provinsi lain, bahkan di atas rata-rata nasional," terangnya.
Dalam paparannya, Pramono juga menekankan pentingnya peningkatan indeks daya saing digital Jakarta yang kini berada pada angka 78,4. Ia menyebut indeks masyarakat digital sebesar 56,97 persen perlu terus ditingkatkan untuk mencapai standar kota global seperti Tokyo, Beijing, New York, dan Berlin.
Jakarta juga disebut mengalami perubahan pesat pada ruang-ruang kota seperti koridor Kuningan, Blok M, serta moda transportasi seperti MRT dan LRT. Pramono menyatakan transformasi ruang publik tersebut menjadi modal kuat untuk menonjolkan wajah modern kota.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Pramono meminta sektor ritel menyiapkan program diskon dan dekorasi yang menarik. Ia menilai langkah ini bukan hanya untuk memeriahkan suasana, tetapi juga mampu menjaga stabilitas inflasi melalui pengaturan harga impulsif.
"Untuk menyambut Natal dan Tahun Baru di mal, pertokoan, dan sebagainya, lombanya bukan hanya soal kemeriahan ornamen, tetapi juga diskon," ujarnya.
Terkait mitigasi bencana, Pramono mengingatkan potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 4-5 Desember. Ia telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan BPBD agar mempersiapkan langkah cepat di wilayah rawan seperti Muara Angke dan Marunda.
Ia menambahkan bahwa Jakarta siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk menggunakan modifikasi cuaca dalam menghadapi curah hujan ekstrem di puncak musim hujan. Teknologi tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko banjir besar di kawasan pesisir.
Dalam penutupnya, Pramono mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas dan menguatkan kreativitas kebijakan. Ia mengapresiasi sinergi BI, OJK, dan Forkopimda yang telah membantu Jakarta meraih berbagai penghargaan nasional sepanjang 2025.
"Semoga inflasi Jakarta tetap terjaga, digitalisasinya semakin baik, serta keamanan dan kenyamanan kota terus meningkat," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!