Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Kalsel Minta Kabupaten/kota Tonjolkan Ikon Geopark Meratus

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 17:21 WIB | Oleh:
Gubernur Kalsel Minta Kabupaten/kota Tonjolkan Ikon Geopark Meratus Doc: ANTARA/Bayu Pratama Syahputra
Ket. Seorang warga mengamati pohon Benuang Laki (Duabanga Molucccana Blume) berukuran besar di Hutan Hujan Tropis Kahung, Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (21/8).

BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin meminta pemerintah kota/kabupaten menonjolkan potensi dan keunggulan yang memiliki ikon situs Geopark Meratus setelah diakui UNESCO sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

"Alhamdulillah, Geopark Meratus sudah diakui UNESCO di Paris, Prancis. tentu potensi pariwisata di setiap daerah harus terus ditingkatkan," kata Muhidin di Banjarmasin, Kamis (24/4).

Muhidin menyampaikan setiap daerah yang memiliki situs Geopark Meratus harus dimunculkan sebagai ikon, seperti Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Kota Banjarmasin memiliki hewan khas bekantan yang masih hidup berdampingan dengan masyarakat.

Kemudian, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memiliki kawasan wisata khas, seperti Loksado terdapat bambu rafting yang menjadi ikon wisata dari Geopark Meratus.

"Kabupaten Banjar juga memiliki Pasar Terapung, kita pajang gambar itu di daerah sehingga tidak hanya slogan semata," ungkap Muhidin.

Terkait menjaga alam Meratus, Gubernur Kalsel menyatakan tetap memperhatikan pelestarian, karena Geopark Meratus menawarkan keindahan kepada dunia.

Muhidin pun mengajak seluruh pemangku kebijakan meningkatkan keindahan yang dimiliki Geopark Meratus agar dapat dinikmati masyarakat lokal wisatawan domestik hingga mancanegara.

UNESCO menobatkan Geopark Meratus Kalsel menjadi UGGp pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, Prancis, 2–17 April 2025.

Berdasarkan catatan Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Kalsel, Geopark Meratus memiliki 54 situs terbagi pada empat rute, yakni Barat, Utara, Timur, dan Selatan.

Rute Barat mempunyai panjang rute sekitar 85 km yang memiliki Pasar Terapung dan Lok Bintan (Kabupaten Banjar).

Lalu, rute Timur meliputi Museum Wasaka, Kampung Tradisional Sasiringan, Galeri Terapung Sasirangan, Rumah Adat Tradisional Banjar, Pulau Kembang, Pembuatan Kapal Tradisional Sewangi, Pemandangan Tongkang Batu Bara, serta Konservasi Bekantan Curiak

Rute ini mempunyai panjang rute sekitar 188,15 kilometer dan memiliki 14 situs.

Rute Utara mencakup Batu Sekis Sei Kambang, Matang Kaladan Panoramic, Bendungan Riam Kanan, Jejak Longsoran Bukit Tiwingan, Perikanan Danau Riam Kanan, Rumah Panggung Tebing Danau, Pulau Ulin.

Lalu ada Gunung Api Purba Bawah Laut, Pulau Bekantan, Pulau Pinus, Situs Arkeologi Pulau Sirang, Pohon Saksi Bisu Ba’ah, Desa Belangian, Hutan Hujan Tropis Kahung, Makam Keramat Tenggelam, Pemukiman yang Ditenggelamkan, serta Batupasir Pembawa Intan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.