Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gowa Targetkan 150 Ton Sampah per Hari Jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan

📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 20:14 WIB | Oleh:
Gowa Targetkan 150 Ton Sampah per Hari Jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang saat menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan di Makassar, Sabtu (4/4).

Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menargetkan mampu mengonversi 150 ton sampah per hari menjadi energi terbarukan melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang usai penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Pembangunan Instalasi PSEL berbasis teknologi ramah lingkungan di Makassar, Sabtu, menegaskan kesepakatan ini adalah intervensi struktural krusial bagi manajemen persampahan daerah.

"Skema PSEL dirancang untuk memangkas beban volume sampah harian di Kabupaten Gowa secara terukur," ujarnya.

Kesepakatan strategis lintas wilayah antara Pemprov Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar itu ditandatangani di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.

Bupati Husniah Talenrang menegaskan kesepakatan ini adalah intervensi struktural krusial bagi manajemen persampahan daerah. Skema PSEL dirancang untuk memangkas beban volume sampah harian Kabupaten Gowa secara terukur.

"Kerja sama ini membantu kita menyelesaikan sebagian persoalan sampah di Gowa. Sebanyak 150 ton per hari nantinya akan kita transfer untuk dikelola menjadi energi listrik. Ini langkah konkret, meski belum menyelesaikan keseluruhan persoalan," katanya.

Mengingat tingginya rasio produksi sampah di Gowa, Husniah menekankan urgensi pengawasan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, terutama di kawasan padat penduduk.

"Gowa adalah salah satu kabupaten yang produksi sampahnya besar. Untuk daerah perkotaan, kita masih perlu melakukan pengawasan ketat bagaimana pengelolaan sampah berdampak langsung kepada masyarakat Kabupaten Gowa," tambahnya.

Lebih jauh, intervensi kebijakan daerah tidak dihentikan pada fase hilir. Pemkab Gowa memproyeksikan integrasi sistem ekonomi sirkular melalui sentra pemilahan terpadu.

"Masyarakat tetap kita edukasi untuk memilah sampah yang bisa dimanfaatkan, seperti sampah anorganik dan organik. Ini bisa kita manfaatkan agar masyarakat bisa menghasilkan pendapatan dari pengolahan sampah yang ada di tiap desa dan kelurahan nantinya," tegas Talenrang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.