Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Goa Kreo Semarang Jadi Contoh, DPR Minta Budaya Lokal Dipublikasikan Lebih Masif

📅 Minggu, 29 Mar 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Goa Kreo Semarang Jadi Contoh, DPR Minta Budaya Lokal Dipublikasikan Lebih Masif Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena.

Semarang - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena menilai publikasi pergelaran budaya lokal di suatu daerah perlu semakin diperluas melalui media sosial.

"Seperti (pertunjukan, red.) Mahakarya Goa Kreo. Saya senang sekali bahwa pementasannya dalam bahasa Indonesia," katanya, di Semarang, Sabtu (28/3).

Pergelaran Mahakarya Goa Kreo merupakan pertunjukan budaya yang digelar dengan mengangkat legenda objek wisata itu yang berkaitan erat dengan perjalanan Sunan Kalijaga.

Ia mengapresiasi karena pergelaran itu melibatkan orang dalam jumlah banyak, baik dari masyarakat sekitar, masyarakat umum, dan kalangan profesional.

"Dan juga animo masyarakat juga begitu besar. Ini kan menunjukkan bahwa sesuatu tradisi ini sebetulnya sangat layak untuk tetap dipertahankan keberadaannya," katanya.

Jika di negara lain, kata dia, pertunjukan seperti itu biasanya dikemas dengan perpaduan teknologi, tetapi pergelaran lokal juga tidak kalah meski teknologinya masih terbatas.

"Di sini memang juga karena keterbatasan, tapi ternyata segala keterbatasan di dalam ketradisian ini tetap bisa menonjol," katanya.

Artinya, kata dia, pertunjukan kesenian lokal juga tidak kalah pertunjukan kesenian di negara-negara lain karena masing-masing memiliki keunikan.

"Nah, tinggal mempublikasikan acara seperti ini seharusnya dengan media sosial. Ini bisa jauh lebih besar, mungkin tidak harus dalam tataran 'streaming'," katanya.

Namun, kata dia, pertunjukan kebudayaan lokal tersebut bisa ditonton luas tidak hanya oleh lingkungan masyarakat sekitar, seperti Mahakarya Goa Kreo juga disaksikan di luar warga Gunungpati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari menjelaskan bahwa Mahakarya Goa Kreo merupakan satu rangkaian dengan tradisi Sesaji Rewanda.

Pergelaran Mahakarya Legenda Goa Kreo berlangsung pada Jumat (27/3) malam di Plaza Kandri, dilanjutkan puncaknya dengan ritual tahunan Sesaji Rewanda di Obyek Wisata Goa Kreo pada Sabtu.

Melalui Mahakarya Goa Kreo, Pemerintah Kota Semarang memberi ruang bagi kreativitas generasi muda untuk merepresentasikan legenda secara artistik.

Sedangkan melalui Sesaji Rewanda, berupaya membumikan kembali nilai-nilai spiritual dan rasa syukur kepada Sang Pencipta melalui penghormatan terhadap alam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.