Gawat, Imbas Perang Timur Tengah, Harga Plastik di Baturaja Meledak Dua Kali Lipat
📅 Rabu, 15 Apr 2026, 16:10 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Edo Purmana
BATURAJA - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak nyata pada sektor perdagangan mikro di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Lonjakan harga minyak global yang dipicu oleh konflik tersebut mendorong kenaikan harga bahan baku plastik hingga dua kali lipat, yang kini membebani para pedagang retail dan UMKM setempat. Di Pasar Atas Baturaja, harga satu bal kantong plastik kresek yang semula berada di kisaran Rp38.000 kini meroket tajam hingga menyentuh Rp65.000. Kondisi ini diperparah dengan ketersediaan barang yang mulai langka di tingkat agen, sehingga membuat para pedagang kesulitan memenuhi permintaan pasar.
Menurut Reni, pemilik toko plastik di Pasar Atas Baturaja, Rabu mengatakan bahwa harga plastik, khususnya kantong kresek mengalami kenaikan signifikan.
“Naiknya drastis sejak beberapa pekan terakhir. Biasanya plastik per satu bal Rp38.000. Sekarang bisa sampai Rp65.000/bal," katanya.
Selain harga mahal, kata dia, ketersediaan barang dari agen pemasok saat ini juga menjadi masalah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pembeli tetap ada, tapi barangnya yang sering kosong," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Yanto, pedagang es kelapa muda di kawasan Taman Kota Baturaja mengaku kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis plastik yang ia gunakan untuk berjualan.
Dia merinci, harga plastik PE (Polyethylene) ukuran 15x30 naik dari Rp15.000 menjadi Rp23.000/bal, sementara sedotan naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000/bungkus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan, plastik kemasan merek tomat melonjak dari Rp36.000 menjadi Rp65.000/bal.
"Itu harga di toko plastik, kalau eceran pasti lebih mahal lagi," tegasnya.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag OKU, Irfan Maradona secara terpisah mengaku pihaknya belum memantau harga plastik di pasar wilayah setempat, termasuk dampak dari kenaikan harga tersebut.
"Kami hanya melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok di tingkat pasar rakyat. Untuk harga plastik belum terpantau," ujar Irpan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!