Rayakan Harmoni Keindahan dan Filosofi Bunga Nusantara, Batik Danar Hadi Hadirkan Koleksi “Sekar Setaman
📅 Sabtu, 07 Feb 2026, 15:48 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Danar Hadi
JAKARTA – Batik Danar Hadi kembali mengukuhkan komitmennya dalam melestarikan dan menginovasi warisan budaya Nusantara melalui koleksi terbarunya bertajuk “Sekar Setaman”. Koleksi ini mengangkat metafora keindahan taman bunga beraneka ragam yang tumbuh selaras dalam satu kesatuan harmonis, merefleksikan keragaman karakter, warna, dan filosofi kehidupan yang berpadu indah layaknya batik.
“Melalui tema ‘Sekar Setaman’, kami tidak hanya merayakan keanggunan visual dari aneka bunga, tetapi lebih dalam lagi, kami ingin menyampaikan pesan tentang harmoni dalam keberagaman. Setiap motif bunga yang kami hadirkan Seruni, Anggrek Bulan, Kenanga, dan Mawar membawa filosofi hidup yang luhur. Seperti bunga-bunga dalam taman yang berbeda namun saling melengkapi, batik adalah medium yang menyatukan kekayaan tradisi dengan desain modern, mencerminkan perempuan Indonesia yang tegar, anggun, dan sarat makna,” ujar Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa, melalui keterangannya pada hari Jumat (6/2).
Koleksi “Sekar Setaman” mengeksplorasi empat bunga utama yang kaya simbol: Bunga Seruni/Krisan, melambangkan keteguhan, optimisme, dan kebahagiaan; Anggrek Bulan, merepresentasikan keanggunan abadi, kemurnian, dan cinta tulus; Bunga Kenanga, mengandung makna keluhuran budi, kesetiaan, dan kedamaian; dan Bunga Mawar, sebagai simbol keindahan, cinta, dan romansa.
Filosofi-filosofi ini diwujudkan dalam rangkaian busana yang memadukan teknik batik cap, tulis, dan tulkom (tulis kombinasi) pada material pilihan seperti sutra crepe, Thai silk, organza, dan tenun ATBM. Palet warna solid dan pastel yang dipilih menghadirkan kesan lembut dan elegan, sekaligus menonjolkan detail halus setiap motif.
“Koleksi ‘Sekar Setaman’ adalah bukti bahwa batik tidak pernah berhenti bertumbuh. Kami memadukan akar tradisi yang dalam dengan ekspresi mode kontemporer, menciptakan busana yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menyentuh jiwa dan bercerita. Ini adalah penghormatan kami pada kearifan lokal dan pada setiap perempuan yang mengenakannya dengan bangga,” turut Diana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!