Kepercayaan Konsumen AS Anjlok ke Level Terendah Satu Dekade Terakhir
📅 Kamis, 29 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/CHARLY TRIBALLEAU
WASHINGTON - Tingkat kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) pada Januari 2026 anjlok ke level terendah dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Menurut laporan lembaga think tank The Conference Board pada Selasa (27/1).
anjloknya tingkat kepercayaan konsumen AS itu dipicu oleh sentimen masyarakat negara adidaya itu yang semakin pesimistis akibat ketegangan geopolitik, kenaikan harga, dan dampak ekonomi dari kebijakan perdagangan.
Menurut hasil awal survei bulanan yang dikeluarkan oleh The Conference Board, Indeks Kepercayaan Konsumen AS turun 9,7 poin dari Desember 2025 menjadi 84,5 pada Januari, yang menandai angka terendah sejak Mei 2014 dan melampaui titik terendah yang tercatat selama puncak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.
“Tingkat kepercayaan konsumen anjlok pada Januari, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran konsumen terkait situasi saat ini dan ekspektasi untuk masa depan,” kata Kepala Ekonom The Conference Board, Dana Peterson.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Seluruh lima komponen indeks memburuk,” katanya.

Prospek Jangka Pendek
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan tersebut juga menyoroti Indeks Ekspektasi, yang mengukur prospek jangka pendek konsumen terhadap pendapatan, kondisi bisnis, dan pasar tenaga kerja, turun 9,5 poin menjadi 65,1 jauh di bawah ambang batas 80 yang secara historis mengindikasikan resesi akan segera terjadi.
Indeks Situasi Saat Ini juga menurun secara signifikan, turun 9,9 poin menjadi 113,7.
Menurut survei tersebut, memburuknya sentimen konsumen disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor.
Peterson mengungkapkan respons tertulis konsumen cenderung bernada pesimistis, dengan peningkatan penyebutan inflasi, khususnya harga makanan dan energi.
Selain itu, penyebutan tarif, kebijakan perdagangan, politik, dan perang juga meningkat pada Januari.
Persepsi terhadap pasar tenaga kerja juga menunjukkan tanda-tanda penurunan. Diferensial pasar tenaga kerja, yang berarti kesenjangan antara mereka yang melihat ketersediaan lapangan pekerjaan "melimpah" versus "sulit didapatkan", terus melemah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!