Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Festival Dalang Cilik, Upaya UNY Memelihara Budaya Adiluhung

📅 Selasa, 16 Mei 2023, 00:06 WIB | Oleh:
Festival Dalang Cilik, Upaya UNY Memelihara Budaya Adiluhung Doc: Istimewa
Ket. Festival dalang cilik.

YOGYAKARTA - Berbusana biru dengan kain jarik anak tersebut duduk bersila. Tangannya mulai memegang gunungan tanda acara akan dimulai. Alunan gending gamelan menggema dan suara mungilnya mulai mementaskan lakon 'Mahayodha Abimanyu'.

Inilah adegan dalam pentas Festival Dalang Cilik (FDC) 2023 yang digelar oleh Fakultas Bahasa Seni dan Budaya (FBSB) dalam rangka dies natalis ke-59 UNY.

Dalang cilik bernama Daneswara Satya Swandaru tersebut adalah salah satu peserta FDC yang berasal dari Klaten. Siswa kelas 5 SD Kanisius 2 Wonosari itu sudah sejak lama tertarik dengan dunia wayang. Di bawah bimbingan sanggar Pengalasan Wiladeg pimpinan Slamet Haryadi, warga Nogosari Bandung Playen Gunungkidul itu menekuni kesenian tradisional ini.

Festival Dalang Cilik dibuka oleh Rektor UNY, Sumaryanto dengan memukul dodogan dan akan berlangsung mulai Senin hingga Jumat (15-19/5) di Pendopo Tejokusumo FBSB UNY.

Rektor UNY mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tanda cinta UNY yang diharapkan dapat memberikan teladan bagi kita semua dalam memelihara budaya luhur milik bangsa sekaligus melaksanakan arahan Ngarso Dalem Gubernur DIY yaitu 4K (Kraton, Kampus, Kantor, Kampung).

Rektor memberikan arahan agar terus memantau perkembangan studi para dalang cilik yang sekarang ikut festival karena UNY akan memfasilitasi talenta-talenta yang hebat ini untuk studi lanjut.

"Tidak harus kuliah di departemen pendidikan Bahasa Jawa, namun bisa di departemen lain, misalnya di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan," kata Rektor.

Dekan FMIPA UNY Prof. Ariswan mengatakan kegiatan ini adalah bukti komitmen UNY dalam pengembangan ilmu dan budaya tradisi. "Kegiatan festival dalang cilik ini mengakrabkan UNY dengan masyarakat" katanya.

Ketua Panitia Sukisno mengatakan Festival Dalang Cilik ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari 15 peserta usia SMP dan 15 peserta usia SD.

"Tujuannya mendidik anak untuk mencintai kebudayaannya sendiri, khususnya wayang kulit," papar Sukisno.

Selain itu juga untuk menanamkan nilai-nilai edukasi pada generasi muda, sekaligus menguasai unsur-unsur dalam pewayangan agar anak semakin cerdas dalam meniti tataran kedewasaannya menuju manusia yang berjiwa mulia.

Juri dalam festival ini adalah Prof. Suminto A. Sayuti dari Fakultas Bahasa dan Seni UNY, Udreka, M.Sn dari ISI Yogyakarta serta Blasius Subono, M.Sn alumni dosen ISI Surakarta.

Dalam festival ini ada enam kriteria yang dinilai yaitu pemilihan lakon, antawacana, cerita, sabetan, iringan dan penyajian.

Antawacana adalah percakapan pada pentas wayang yang berupa dialog, atau bahasa isyarat lainnya. Dari 30 peserta yang mengikuti festival ini Jawa Timur mengirim 4 peserta, Jawa Tengah 7 peserta dan DIY 19 peserta. Peserta termuda adalah R. Bagaskara Manjer Kawuryan dari Sanggar Nguri Budaya yang masih duduk di kelas 2 SD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.