Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dubes RI: Indonesia-Kamboja Bahas Penguatan Kerja Sama Keimigrasian

📅 Senin, 08 Sep 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Dubes RI: Indonesia-Kamboja Bahas Penguatan Kerja Sama Keimigrasian Doc: KBRI Phnom Penh

PHNOM PENH - Indonesia dan Kamboja membahas penguatan kerja sama penanganan masalah konsuler dan imigrasi yang dihadapi WNI di sana. Hal itu dilakukan Duta Besar (Dubes) RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, dan Wakil Direktur Jenderal Imigrasi Kamboja, Mayor Jenderal Lour Rabo.

Pada pertemuan yang berlangsung Kamis (4/9) di Phnom Penh, Dubes Santo menyampaikan apresiasi kepada otoritas Kamboja, khususnya General Department of Immigration (DGI) atas dukungan berkelanjutannya dalam membantu WNI yang menghadapi masalah di negara itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus konsuler dan imigrasi yang melibatkan WNI meningkat tajam seiring dengan pesatnya pertumbuhan komunitas Indonesia di Kamboja. Menyadari kompleksitas kasus konsuler dan imigrasi, Dubes Santo menghargai pihak Kamboja atas bantuannya dalam memfasilitasi deportasi WNI.

"KBRI akan memperkuat imbauannya kepada WNI untuk mematuhi peraturan dan ketentuan Pemerintah Kamboja," ujar dia.

Di saat yang sama, KBRI berharap proses deportasi WNI bermasalah dapat dilakukan lebih cepat karena kerja sama yang erat antara kedua pihak.

Dubes Santo juga menyambut baik peningkatan interaksi pejabat imigrasi kedua negara. Menurut dia, KBRI berkomitmen mengimplementasikan hasil "The 2nd Bilateral Immigration Meeting" yang berlangsung di Bali pada Mei 2025.

"Indonesia siap memperkuat kemitraannya dengan Kamboja dalam mengatasi tantangan transnasional," ujar dia, termasuk penipuan daring, perdagangan manusia, perdagangan narkoba, dan bentuk-bentuk kejahatan terorganisir lain terkait migrasi ilegal.

KBRI Phnom Penh mencatat sejak 2024 terdapat lebih dari 131.000 WNI yang tinggal di Kamboja. Selama waktu tersebut, KBRI menangani 3.310 kasus konsuler yang melibatkan orang-orang Indonesia.

Namun, pada Januari-Juli 2025 jumlah kasus konsuler mencapai 3.256 atau melampaui total tahun lalu. KBRI mengkhawatirkan bahwa 83 persen dari kasus ini terkait dengan aktivitas penipuan daring.

"Terakhir, ratusan WNI ditangkap dalam penggerebekan operasi penipuan di seluruh propinsi," ucap dia. Karena itu, KBRI akan bekerja sama dengan otoritas Kamboja menindaklanjuti proses deportasi mereka yang ditangkap dalam penggerebekan tersebut. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.