Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dindikbud Serang Upayakan Rehabilitasi SDN Cirangkong 1 Lewat APBD dan Bantuan Pusat

📅 Minggu, 26 Okt 2025, 18:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dindikbud Serang Upayakan Rehabilitasi SDN Cirangkong 1 Lewat APBD dan Bantuan Pusat Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah siswa bermain di lingkungan SDN Cirangkong 1, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (24/10/2025).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Provinsi Banten tengah mengupayakan dua sumber pendanaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta bantuan pemerintah pusat, untuk merehabilitasi SDN Cirangkong 1 yang kondisinya rusak dan kekurangan ruang kelas.

Analis Data Sarana dan Prasarana Dindikbud Kabupaten Serang Aliun di Serang, Minggu, mengungkapkan bahwa sekolah tersebut mengalami kerusakan pada enam ruang kelas, dengan rincian tiga rusak ringan dan tiga rusak sedang. Selain itu, sekolah juga kekurangan ruang belajar, dimana hanya terdapat lima kelas untuk melayani enam rombongan belajar (rombel).

Aliun menjelaskan untuk penanganan melalui APBD, pihaknya akan mencoba mengusulkan rehabilitasi SDN Cirangkong 1 pada tahun 2026.

"Mungkin akan dicoba untuk diusulkan untuk di rehabilitasi dulu. Kalau pengajuan, namanya usulan, kita mengusulkan untuk tahun 2026, ini sebatas usulan ya. Balik lagi, itu tergantung anggaran juga," kata Aliun.

Menyadari keterbatasan APBD Kabupaten Serang, Aliun menegaskan pihaknya tidak hanya bergantung pada anggaran daerah. Dindikbud juga secara proaktif mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat melalui program revitalisasi pendidikan.

"Karena APBD kita kurang, terbatas, makanya kita selain dari APBD, juga kita dorong ke revitalisasi. Program revitalisasi dari pusat," ujarnya.

Ia menambahkan upaya mendapatkan dana pusat ini sangat bergantung pada validitas data yang di input sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kesesuaian data Dapodik dengan kondisi riil di lapangan menjadi syarat mutlak agar verifikasi berhasil dan bantuan dapat disalurkan.

"Makanya di sini kita minta bantuan ke sekolah supaya pengisian data Dapodik itu sesuai dengan kondisi yang ada di sekolah," ujarnya.

Aliun menyebutkan saat ini terdapat 707 sekolah negeri di Kabupaten Serang, dengan 63 sekolah diantaranya masuk dalam skala prioritas penanganan.

Sementara itu, Kepala SDN Cirangkong 1, Pe'i menjelaskan bahwa pihak sekolah menerapkan sistem belajar bergantian (shift) bagi siswanya karena minimnya ruang kelas yang layak pakai.

"Sistem bergantian ini diterapkan untuk siswa kelas 1 dan kelas 2," katanya.

Penerapan sistem shift ini terpaksa dilakukan karena kurangnya ruang kelas, serta kondisi bangunan yang mengalami kondisi kerusakan.

Pei, yang mulai bertugas pada September 2021, menyebut kondisi sekolah saat itu sudah memprihatinkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.