Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Depresiasi Rupiah Ancam Target Pertumbuhan Ekonomi

📅 Kamis, 20 Okt 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Depresiasi Rupiah Ancam Target Pertumbuhan Ekonomi Doc: Sumber: BPS, Kemenkeu – Litbang KJ/and - KORAN JAK

JAKARTA - Depresiasi atau pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi mengancam target pertumbuhan yang dicanangkan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sulit tercapai. Kendati Bank Indonesia (BI) terus menjaga, namun kurs rupiah sudah terdepresiasi sebesar 7 persen sepanjang 2022.

Rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (19/10) ditutup melemah 34 poin atau 0,22 persen ke level 15.498 per dollar AS dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di posisi 15.464 per dollar AS.

Direktur Indef, Tauhid Ahmad, mengatakan sulit untuk membuat prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa melewati 5 persen. Sebab jelas ada ancaman yakni nilai tukar yang melemah dan pada beberapa sisi akan memberi dampak pada barang-barang impor, sehingga impor value-nya akan meningkat cukup tajam.

"Ketika importansi meningkat cukup tajam surplus perdagangan akan mengecil maka akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Beberapa komoditas mengalami penurunan. Selain itu, di kuartal terakhir kan government spending juga kecil meski harus diakui investasi dan konsumsi angkanya relatif stabil. Menurut saya, 5 persen itu sudah hebat sekali," papar Tauhid.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam sebuah webinar mengatakan akan terus menjaga kurs rupiah agar peningkatan harga pangan dan energi global tidak berdampak terhadap harga pangan dan energi di dalam negeri.

Bank sentral, jelas Perry, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan mencapai 5,2 persen yang didukung oleh ekspor dan konsumsi dalam negeri yang perlu dijaga ke depan.

Sedangkan pada 2023, dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 4,6 sampai 5,3 persen atau lebih tinggi dibandingkan ekonomi global yang diperkirakan tumbuh 2,6 persen.

"Jadi, pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dari dunia, bahkan lebih tinggi dari negara berkembang lainnya. Tentu saja kita harus mendorong ekspor, melakukan hilirisasi, dan memperkuat ekonomi kerakyatan," kata Perry.

Optimisme mencapai pertumbuhan di atas 5 persen itu karena Indonesia berhasil menjaga daya beli masyarakat yang menyumbang lebih dari 50 persen Produk Domestik Bruto (PDB). Sebab itu, sangat perlu untuk menjaga inflasi agar konsumsi tidak terpengaruh.

Lebih Akseleratif

Diminta pada kesempatan berbeda, Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, mendorong pemerintah untuk lebih akseleratif melakukan hilirisasi. Hal itu agar pertumbuhan ekonomi ke depan tidak bergantung pada kenaikan harga komoditas di pasar global.

"Hilirisasi ini harus dipercepat agar pertumbuhan lebih berkualitas," kata Riefky pada Koran Jakarta, Rabu (19/10).

Pentingnya memacu hilirisasi karena dari data terbaru posisi neraca perdagangan, meskipun surplus dari tahun ke tahun masih meningkat sebagai pertanda perekonomian terus pulih, namun angka surplus pada bulan September 2022 sedikit terkoreksi dibandingkan bulan sebelumnya.

"Surplus perdagangan turun 13 persen secara bulanan (month to month/mtm) dari 5,76 miliar dollar AS pada Agustus menjadi 4,99 miliar dollar AS pada September, dengan penurunan ekspor dan impor sebesar 11 persen secara mtm," kata Riefky.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Berikut Harga BBM Per 5 Oktober 2026 yang Masih Stabil

49 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Berikut Harga BBM Per 5 Okt...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.