Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dengan Revitalisasi Lapenkop, Gubernur Khofifah dan Menteri Koperasi Dorong Peningkatan SDM Koperasi

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 09:22 WIB | Oleh:
Dengan Revitalisasi Lapenkop, Gubernur Khofifah dan Menteri Koperasi  Dorong Peningkatan SDM Koperasi Doc: Istimewa
Ket. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mendorong revitalisasi Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari gerakan koperasi.

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono membuka Musyawarah Wilayah  (Musywil) Dewan  Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur (Dekopinwil Jatim) Tahun 2025 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (24/9).Dalam kesempatan itu, ia mendorong  revitalisasi Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari gerakan koperasi. Selain itu ia juga menekankan pentingnya kualitas peningkatan SDM dari managerial system gerakan koperasi baik yang sudah eksisting maupun koperasi desa kelurahan merah putih. "Kami mendiskusikan dengan Pak Menteri dan Ketum Dekopin bahwa  kita perlu melakukan revitalisasi Lapenkop menjadi tempat-tempat pelatihan  pengelola koperasi untuk menyiapkan SDM-SDM yang akan mengawaki semua koperasi termasuk didalamnya adalah KMP, baik koperasi desa maupun kelurahan merah putih," kata Khofifah. "Manajerial skill dari seluruh pengelola koperasi ini harus memiliki kualitas yang baik serta kredibilitas  yang  baik pula, maka  revitalisasi lapenkop  itu  menjadi salah  satu solusinya," imbuhnya.Tak hanya itu, ia juga menyampaikan untuk operasionalisasi KMP dibutuhkan   penerbitan petunjuk teknis yang mengatur penggunaan anggaran pemerintah untuk memberikan support kepada koperasi-koperasi. Tujuannya agar suplai logistik koperasi bisa terus dilakukan dan tidak terhambat."Kami juga mendiskusikan juknis untuk bisa mendeliver anggaran dari pemerintah terutama Himbara untuk KMP ,   mudah-mudahan bisa segera dideliver sehingga suplai logistik ke masing-masing koperasi itu bisa disegerakan," ucapnya.Hal itu dibutuhkan, karena tidak semua supplier mengakomodasi sistem penjualan konsinyasi. Oleh sebab itu, koperasi butuh modal untuk mengantisipasi hal-hal demikian."Misalnya Bulog mintanya cash and carry bukan konsinyasi jadi memang harus ada modal awal sesuai kebutuhan ," tegasnya. Gubernur Khofifah menyampaikan dalam menghadapi tantangan masa depan dibutuhkan koperasi yang dapat terus berinovasi dan bertransformasi dengan memiliki sistem terbuka, adaptif, kreatif, dan inovatif. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun berkomitmen penuh terus mendukung pengembangan koperasi melalui berbagai program telah dan akan terus digulirkan.

"Mulai dari fasilitasi perizinan, akses permodalan, pelatihan, hingga pendampingan dalam pemasaran produk," sebutnya. 

Secara khusus, Gubernur Khofifah, mengatakan telah menyiapkan model peningkatan kapasitas SDM dan usaha, sehingga program prioritas untuk membangun ketahanan ekonomi dari desa dapat berjalan secara optimal. 

Karena menurutnya potensi di setiap desa/kelurahan harus terus didorong dan dikembangkan. "Tentunya, hal ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak," ucapnya.

Di sisi lain Gubernur Khofifah mendorong Dekopinwil Jatim bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Jawa Timur untuk menjadi fasilitator bagi  koperasi untuk bertransformasi menjadi lebih modern, profesional dan adaptif.

"Dekopinwil bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UKM akan terus mendorong transformasi koperasi menuju koperasi modern, memiliki manajemen yang profesional, adaptif   terhadap perubahan, inovatif, mengedepankan digitalisasi, serta menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG)," katanya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa koperasi bukan hanya sekadar lembaga ekonomi, melainkan juga wadah pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui koperasi mengajarkan mandiri, mengelola keuangan, dan mengembangkan usaha secara kolektif. 

"Banyak koperasi di Jawa Timur telah menunjukkan kiprah luar biasa mulai sektor pertanian, perikanan, UMKM, hingga jasa keuangan. Tak hanya itu, koperasi juga berhasil membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan anggota, dan menggerakkan roda perekonomian lokal," tuturnya.

Di Jawa Timur sendiri koperasi berperan sangat strategis bagi pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data, kontribusi Koperasi UMKM terhadap PDRB Jawa Timur meningkat 0,9 persen pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 60,08 persen. "Salah satunya yang langsung bisa memberikan resonansi terhadap pertumbuhan ekonomi di lini paling bawah itu Koperasi," katanya.

Saat ini, terdapat 29.648 unit koperasi aktif di Jawa Timur (data ODS per 31/08/2025), dengan rincian sebanyak 416 koperasi binaan nasional, 1.119 koperasi binaan provinsi, dan 28.113 koperasi   binaan   kabupaten/kota,   termasuk   di   dalamnya   8.494   koperasi   Desa/Kelurahan Merah Putih. Bahkan Jawa Timur sempat menerima penghargaan “Provinsi Kontributor Koperasi Besar Terbaik” dalam ajang 100 Koperasi Besar Indonesia Award 2025 di The Trans Resort Bali, Kamis (19/6) lalu.

"Ini  merupakan yang  terbanyak   secara  nasional  mencapai  13,96%  dari  total  koperasi di Indonesia. Anggota sebanyak 5,99 juta orang dengan total aset koperasi di Jawa Timur mencapai Rp63,22 triliun, volume usaha sebesar Rp46,31 triliun, dan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp1,33 triliun," terangnya.

"Kekuatan   koperasi   yang   begitu   besar   dan   kontribusinya   yang   signifikan   terhadap perekonomian Jawa Timur, penting untuk terus memberikan penguatan agar koperasi dapat terus berkembang," imbuhnya.

Sementara itu, dari 8.494 KDKMP (Koperasi   Desa/Kelurahan   Merah   Putih) yang baru dibentuk dan telah di-launching oleh Bapak Presiden pada tanggal 21 Juli 2025, sebanyak 175 KDKMP mulai beroperasi dan 166 KDKMP rata-rata masih memiliki gerai sembako.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.