Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cetak SDM Pariwisata Berdaya Saing Global, Kemenpar Perkuat Sinergi Poltekpar

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 15:00 WIB | Oleh:
Cetak SDM Pariwisata Berdaya Saing Global, Kemenpar Perkuat Sinergi Poltekpar Doc: Dok. Istimewa
Ket. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham saat Rapat Koordinasi Politeknik Pariwisata di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat sinergi antar Politeknik Pariwisata (Poltekpar) untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang unggul dan berdaya saing melalui Rapat Koordinasi Politeknik Pariwisata.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (15/4/2026), menjelaskan rapat koordinasi yang digelar secara daring dan luring di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat pada 8–10 April 2026 tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan SDM antar Poltekpar. 

“Rapat ini juga memastikan berbagai rekomendasi strategis dapat diimplementasikan secara terarah dan terukur dalam periode pembangunan 2025–2029, yang merupakan momentum penting dalam meletakkan fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” Deputi Martini M. Paham, yang akrab disapa Diah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/4).

Dalam konteks tersebut, Poltekpar memiliki peran strategis sebagai lokomotif pendidikan vokasi pariwisata yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global. 

“Penguatan SDM pariwisata perlu dilakukan secara komprehensif melalui penyelarasan kebijakan, tata kelola yang adaptif, serta peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih aplikatif dan berdampak,” kata Diah.

Ia menambahkan, penguatan tersebut dilakukan melalui penyelarasan kebijakan dengan kebutuhan industri, penguatan tata kelola yang lincah, serta pengembangan perencanaan, penelitian, dan pengabdian yang lebih aplikatif dan berdampak nyata. SDM juga menjadi kunci dalam optimalisasi kebijakan karier dosen, pembentukan task force, serta percepatan profesionalisme tenaga pendidik.

“Kolaborasi dengan berbagai pihak perlu diperluas untuk memperkuat sinergi antara pendidikan, industri, dan pemberdayaan ekonomi. Melalui rapat koordinasi ini diharapkan lahir langkah konkret, terukur, dan implementatif, dengan mengurangi hambatan administratif serta mendorong inovasi yang berdampak nyata,” tambahnya.

Pada hari pertama, pembahasan difokuskan pada penguatan kelembagaan pendidikan vokasi, penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Poltekpar, serta penataan organisasi dan tata kelola. Fokus utama diarahkan pada revitalisasi pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri melalui pendekatan job matching dan penguatan kurikulum berbasis industri.

“Pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja secara nyata. Keterkaitan antara lulusan dan industri menjadi kunci utama,” ujar Diah.

Memasuki hari kedua, pembahasan diarahkan pada penguatan kerja sama internasional dengan Swisscontact, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta penyusunan pedoman penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Program Sustainable Tourism Education Development (STED) yang dijalankan bersama Swisscontact sejak 2018 terus diperluas di berbagai Poltekpar, dengan fokus pada penerapan Industry-Based Curriculum (IBC), structured internship, serta peningkatan kualitas pengajaran melalui SVEB dan project-based learning. Program ini mulai menunjukkan dampak terhadap peningkatan kompetensi lulusan dan keterhubungan dengan industri.

Pada hari ketiga, agenda diawali dengan sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 52 Tahun 2025 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen. Regulasi ini menekankan penguatan kompetensi, kinerja, serta sistem karier dosen yang lebih terstruktur. Selain itu, peran dosen dalam pelaksanaan tridharma juga diperkuat secara kolaboratif, termasuk mekanisme sertifikasi, promosi, dan tunjangan berbasis kinerja, meski masih menghadapi tantangan dalam integrasi penilaian kinerja dan pengelolaan beban kerja.

Diah mengungkapkan rapat ini juga membahas rencana pembentukan task force percepatan karier dosen Poltekpar guna mendorong peningkatan jabatan akademik secara sistematis, tidak hanya melalui pemenuhan angka kredit, tetapi juga melalui penguatan ekosistem tridharma.

“Kemenpar juga membahas rencana kerja sama dengan Kementerian UMKM dalam pengembangan kewirausahaan pariwisata. Poltekpar didorong menjadi hub kewirausahaan melalui co-incubation, living lab, dan business matching guna melahirkan wirausaha yang inovatif dan berdaya saing,” ujar Diah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.