Cek Kisah Punch! Bayi Monyet Viral yang Bikin Boneka IKEA Djungelskog Laris Manis
📅 Kamis, 26 Feb 2026, 16:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Forbes
JAKARTA - Penjualan boneka IKEA mendadak melonjak setelah kisah bayi monyet makaka bernama Punch viral di media sosial. Boneka tersebut bahkan dijual kembali di platform eBay dengan harga mencapai ratusan dolar AS setelah stoknya habis secara daring.
Punch merupakan bayi monyet yang dirawat di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang. Ia lahir pada 26 Juli 2025 dan diasuh oleh staf kebun binatang setelah kehilangan induknya. Untuk membantu proses adaptasi, penjaga memberinya boneka orangutan sebagai pendamping.
Momen yang membuat Punch viral terjadi ketika seekor monyet dewasa menyeretnya di area kandang. Dalam video yang direkam pengunjung dan menyebar luas di internet, Punch terlihat melarikan diri dan memeluk boneka orangutannya di sudut kandang. Adegan tersebut memicu gelombang simpati warganet.
Tak lama setelah video itu beredar, IKEA mengunggah foto boneka monyet yang memeluk boneka orangutan seri Djungelskog. Produk tersebut sebelumnya dijual seharga 19,99 dolar AS atau sekitar Rp320.000. Dalam unggahannya, IKEA menuliskan pesan dukungan untuk Punch.
Lonjakan minat membuat boneka tersebut cepat habis di toko online dan mulai dijual kembali oleh pihak ketiga dengan harga jauh lebih tinggi. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana viralitas media sosial dapat berdampak langsung pada tren penjualan produk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihak kebun binatang menyatakan bahwa Punch beberapa kali mendapat teguran dari monyet lain sebagai bagian dari proses belajar bersosialisasi. Dalam pernyataannya, manajemen menyebut Punch biasanya kembali berinteraksi dengan kelompoknya setelah beberapa saat.
Dukungan juga datang dari Wali Kota Ichikawa, Ko Tanaka, yang sempat mengunggah foto bersama Presiden IKEA Jepang Petra Farre sambil membawa boneka untuk hewan-hewan di kebun binatang tersebut.
Namun, kasus ini turut menuai kritik dari kelompok hak hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA). Direktur PETA Asia, Jason Baker, menyebut kebun binatang bukanlah suaka dan menilai insiden tersebut sebagai gambaran tekanan psikologis yang dapat dialami primata muda dalam penangkaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
PETA menyerukan agar Punch dipindahkan ke suaka margasatwa yang dinilai lebih sesuai bagi kesejahteraannya. Hingga kini, kisah Punch masih menjadi perbincangan luas di media sosial sekaligus memicu perdebatan mengenai kesejahteraan satwa di kebun binatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!