Pemkab Jayapura Minta Uluran Tangan Pusat, Fasilitas Pasar Butuh Perhatian Serius
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Ardiles Leloltery
SENTANI – Dukungan pemerintah pusat terhadap fasilitas pasar tradisional menjadi krusial untuk menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi rakyat.
Pasar tradisional bukan hanya ruang transaksi, tetapi juga simpul distribusi pangan dan penggerak UMKM di tingkat lokal.
Tanpa pembenahan infrastruktur—mulai dari sanitasi, drainase, tata kelola limbah, hingga digitalisasi sistem pembayaran—daya saing pasar tradisional akan terus tergerus oleh ritel modern.
Intervensi pusat penting terutama dalam hal pendanaan, standardisasi revitalisasi, serta integrasi dengan kebijakan stabilisasi harga dan distribusi barang pokok.
Dengan fasilitas yang lebih layak dan manajemen yang lebih profesional, pasar tradisional dapat tetap relevan, meningkatkan kenyamanan konsumen, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah dari bawah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua, mengharapkan dukungan pemerintah pusat melalui kementerian terkait untuk membangun fasilitas Pasar Pharaa Sentani, yang terbakar pada 2024.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jayapura Theopilus Tegai di Jayapura, Papua, Selasa (3/3), mengatakan Pasar Pharaa Sentani saat ini masih dimanfaatkan untuk berjualan, namun tiga los pasar terapung masih belum dibangun setelah kebakaran.
"Untuk itu, kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat untuk membangun kembali tiga los yang terbakar itu karena sebelumnya memang dibangun oleh pemerintah pusat," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Tegai, pentingnya penataan dan pembenahan pasar sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperindah wilayah Kota Sentani.
"Kami berencana menyiapkan lapak yang representatif bagi para pedagang agar dapat berjualan dengan nyaman dan tertata," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya juga saat ini terus melakukan pendataan pasar di wilayah Sentani karena target pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini sebesar Rp2,2 miliar.
"Kami berharap target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui optimalisasi pengelolaan pasar serta kolaborasi dengan berbagai pihak," katanya lagi.
Dia menambahkan penataan pasar menjadi lebih rapi akan memberikan kenyamanan baik kepada pedagang maupun masyarakat yang berbelanja sehingga aktivitas perekonomian akan berjalan semakin lancar.
Bagi masyarakat Sentani, pasar tersebut bukan sekadar tempat jual beli, tetapi urat nadi ekonomi rakyat yang menopang pedagang kecil dan distribusi kebutuhan pokok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!