Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bansos Dipercepat, Ekonomi Dipacu! Kemenkeu Optimistis Kuartal I Tembus 5,6%

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bansos Dipercepat, Ekonomi Dipacu! Kemenkeu Optimistis Kuartal I Tembus 5,6% Doc: ANTARA/ Khalis Surry.
Ket. Warga mengambil bantuan cadangan pangan pemerintah berupa beras 10 kilogram di Kantor Pos Cabang Utama Banda Aceh.

JAKARTA – Program perlindungan sosial memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional, terutama di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian global.

Melalui bantuan tunai, subsidi, maupun jaminan sosial, pemerintah mampu menahan penurunan daya beli kelompok rentan sekaligus menjaga momentum konsumsi rumah tangga—komponen terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan tetap terjaganya konsumsi, risiko perlambatan ekonomi dapat ditekan, sementara aktivitas sektor riil tetap bergerak.

Lebih jauh, perlindungan sosial juga berfungsi sebagai automatic stabilizer yang meredam gejolak ekonomi.

Ketika pendapatan masyarakat melemah, intervensi fiskal melalui bantuan sosial membantu menjaga sirkulasi uang di tingkat lokal, mendorong permintaan barang dan jasa, serta menciptakan efek berganda bagi UMKM dan sektor perdagangan.

Dalam jangka menengah, program ini turut memperbaiki kualitas sumber daya manusia melalui akses kesehatan dan pendidikan, yang pada akhirnya memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dengan demikian, dampak perlindungan sosial tidak hanya bersifat jangka pendek sebagai bantalan krisis, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mempersempit kesenjangan ekonomi dan memperkuat resiliensi perekonomian nasional secara keseluruhan.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan pihaknya siap mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,6 persen pada kuartal I-2026, salah satu upayanya dengan mempercepat penyaluran program perlindungan sosial (perlinsos).

Target pertumbuhan ekonomi itu lebih tinggi dibandingkan base line (proyeksi dasar) yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar 5,5 persen pada kuartal I-2026.

“Gini, kuartal I, base line kita di kementerian keuangan itu sebesar 5,5 persen. Kita akan dorong ke 5,6 persen dengan beberapa pengeluaran yang memang bisa dilakukan di kuartal I ini,” ujar Juda diwawancarai cegat seusai acara Economic Outlook 2026 bertajuk "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Jakarta, Selasa (10/2).

Juda menjelaskan, Kemenkeu akan mempercepat belanja-belanja pemerintah pada kuartal pertama ini, yang mana biasanya penyalurannya ​cenderung lambat.

“Ya, ada beberapa pengeluaran yang biasanya lambat, yang kita tolong percepat gitu,” ujar Juda.

Adapun, salah satu belanja yang akan dipercepat adalah penyaluran program perlindungan sosial (perlinsos), yang ditargetkan segera direalisasikan pada kuartal I-2026.

“Kan ada beberapa program perlinsos ya, yang bisa kita lakukan di kuartal I, ya kita lakukan segera,” ujar Juda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

31 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.