Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Jatuh Korban, Trenggalek Pertimbangkan Opsi Relokasi Warga Terdampak Tanah Gerak

📅 Senin, 13 Mar 2023, 00:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Jatuh Korban, Trenggalek Pertimbangkan Opsi Relokasi Warga Terdampak Tanah Gerak Doc: ANTARA/HO - Humas Pemkab Trenggalek
Ket. Khofifah bersama Mas Ipin saat meresmikan hunian tetap warga Sumurup Trenggalek kisaran akhir Januari 2023.

Trenggalek - Cegah jatuh korban. Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, sedang mempertimbangkan opsi relokasi sebagai prioritas penanganan warga yang terdampak bencana tanah gerak di tujuh desa empat kecamatan setempat.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Ahad, menyatakan selain melakukan pendataan, pihaknya sedang menjajaki langkah advokasi ke para pihak terkait untuk merelokasi warga yang rumahnya berada di zona merah tanah gerak.

"Kami akan pilih dan evaluasi mana yang mengalami rusakringan, sedang, berat. Lalu mana yang butuh relokasi, diusahakan tahun ini," kata Bupati Nur Arifin.

Titik-titik lahan yang memungkinkan untuk dijadikan kawasan relokasi sedang diupayakan. Advokasi dilakukan ke berbagai pihak guna memastikan warga terdampak bencana tanah gerak bisa menempati hunian sementara yang akan dibangun dengan dukungan dan bantuan Pemerintah Provinsi Jatim.

Sembari berproses, pemerintah setempat telah melakukan upaya penanganan darurat, meliputi pemasangan sabuk air untuk mencegah kerusakan bertambah parah hingga penyaluran bantuan-bantuan sosial kepada warga terdampak.

"Beberapa tempat sudah diadvokasi sebagai (alternatif) relokasi dan proses pembangunannya bertahap, tidak bisa secara bersamaan," imbuhnya.

Proses yang cukup panjang dan biaya yang tidak sedikit membuat relokasi tidak dapat dilakukan secara serta merta.

Misalnya, saat pemerintah memutuskan merelokasi 29 kepala keluarga terdampak tanah gerak di Desa Sumurup Kecamatan Bendungan.

Hasil koordinasi dengan berbagai pihak, sebanyak 25 kepala keluarga direlokasi di lahan hibah milik pemerintah provinsi.

Sekretaris BPBD Trenggalek, Tri Puspita Sari menyatakantujuh desa yang dilanda bencana tanah gerak baru itu meliputi Desa Gading dan Desa Nglinggis di Kecamatan Tugu, Desa Joho di Kecamatan Pule, Desa Terbis dan Manggis di Kecamatan Panggul.

Selain itu Desa Nglebo di Kecamatan Suruh dan Desa Ngerdani di Kecamatan Dongko. "Di Desa Gading ada dua titik, Desa Nglinggis satu titik. Kemudian 12 titik di Desa Joho, masing-masing satu titik di Desa Terbis dan Manggis. Kemudian yang baru pergerakan tanah gerak di Nglebo Kecamatan Suruh serta Desa Ngerdani," kata Pipit.

Dia menjelaskan di Desa Ngerdanisebanyak 14 kepala keluarga dari 41 jiwa terdampak. Bahkan tujuh KK terpaksa mengungsi saat hujan turun. Sebab kondisinya bangunan mereka terbilang paling parah di lingkungan tersebut.

Selain mengalami retak pada dinding dan lantai rumah akibat pergerakan tanah, kondisi bangunan di sejumlah sisi juga mulai miring.

"Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor untuk selalu waspada apabila terjadi tanda-tanda adanya tanah gerak agar selalu mencari tempat yang aman. Kita imbau juga tim reaksi cepat dan relawan BPBD di wilayahnya agar selalu memonitor sehingga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan segera tertangani," ucap Pipit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.