Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemdis Mimika Timur Jauh Ajak PTFI-YPMAK Kolaborasi Tekan Stunting

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemdis Mimika Timur Jauh Ajak PTFI-YPMAK Kolaborasi Tekan Stunting Doc: ANTARA
Ket. Kepala Distrik Mimika Timur Jauh Yulius Katagame.

TIMIKA – Pemerintah Distrik (Pemdis) Mimika Timur Jauh di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, mengajak PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMKA) berkolaborasi untuk menekan angka kasus stunting yang masih cukup banyak di wilayah itu.

Kepala Distrik Mimika Timur Jauh, Yulius Katagame, di Timika, Rabu (19/11), mengatakan pada 2025 ini ditemukan 37 kasus gagal tumbuh anak akibat kurang gizi atau stunting di wilayahnya.

Kasus stunting terbanyak di Kampung Fanamo dengan 14 kasus, disusul Ohotya atau Otakwa sebanyak 13 kasus dan Omawita 10 kasus.

"Angka ini tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan jumlah anak dan balita di tiga kampung itu, sehingga membutuhkan penanganan serius dan keterlibatan semua pihak untuk mengatasinya," kata Yulius.

Menurut dia, peningkatan kasus stunting di Mimika Timur Jauh itu seiring dengan adanya pendataan yang akurat oleh petugas kesehatan. Pada 2024 dilaporkan hanya 14 anak dan balita mengalami stunting.

"Contoh sekarang di Fanamo ada 14 kasus, sementara tahun lalu dilaporkan hanya 4 kasus dengan 1 kasus meninggal dunia. Setelah dilakukan pendataan ulang, ternyata ada temuan 11 kasus baru," ujarnya.

Faktor utama penyebab masih tingginya angka stunting di Mimika Timur Jauh yaitu tidak tersedianya sarana air bersih untuk kebutuhan warga, perumahan tidak layak huni, sanitasi lingkungan tidak sehat, serta ketersediaan makanan bergizi kurang mencukupi.

"Masalah yang kita hadapi masyarakat kami di sana yaitu dalam satu rumah dihuni oleh tiga sampai empat kepala keluarga, sehingga ketersediaan makan bergizi untuk anak sangat terbatas dan pada akhirnya kebutuhan akan asuoan gizi dan lainnya tidak cukup," beber Yulius.

Sehubungan dengan hal itu, Pemerintah Distrik Mimika Timur Jauh terus membangun kolaborasi dengan berbagai piha,k terutama Dinas Kesehatan Mimika, PTFI, dan YPMAK, melalui program kampung sehat untuk meningkatkan asupan gizi balita dan anak-anak terutama yang mengalami stunting.

Pemerintah Distrik Mimika Timur Jauh juga meminta setiap kepala kampung (desa) mengalokasikan anggaran dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk program penurunan dan pencegahan stunting.

"Kami dari Pemerintah Distrik Mimika Timur Jauh melalui kegiatan Ibu-ibu PKK memberikan makanan tambahan bagi anak-anak di kampung. Kita juga menyampaikan kepada aparat kampung untuk berperan aktif dalam kegiatan Posyandu di tingkat kampung," ujar Yulius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.