Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Manokwari Terima Aspirasi Penetapan Kota Injil dari MD GPKAI

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 15:40 WIB | Oleh:
Bupati Manokwari Terima Aspirasi Penetapan Kota Injil dari MD GPKAI Doc: ANTARA/Ali Nur Ichsan
Ket. Bupati Manokwari, Papua Barat Hermus Indou saat menerima usulan penetapan Manokwari sebagai Kota Injil dari Majelis Daerah (MD) GPKAI Manokwari di Kantor Bupati, Rabu (16/7).

Manokwari -- Bupati Manokwari, Papua Barat Hermus Indou menerima aspirasi dan usulan penetapan kabupaten itu sebagai Kota Injil dari Majelis Daerah (MD) Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI).

Usulan tersebut diserahkan oleh Sekretaris MD GPKAI Demus Saiba kepada Bupati Manokwari Hermus Indou di Kantor Bupati Manokwari, Rabu.

“Kami masyarakat dari Arfak (suku asli di Manokwari) merasa penting menjadikan Manokwari sebagai rumah doa bagi semua suku, budaya, bahasa, dan agama, sesuai dengan ajaran Injil," kata Sekretaris MD GPKAI Demus Saiba.

Ia mengatakan Manokwari adalah tempat pertama Injil masuk Papua, sehingga perlu ditetapkan sebagai Kota Injil.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan jika Manokwari ditetapkan sebagai Kota Injil. Pertama, seluruh aktivitas masyarakat dihentikan setiap hari Minggu, baik penutupan toko, pabrik, sekolah, hingga kedatangan kapal dan pesawat.

Penyedia layanan prostitusi, praktik homoseksual, narkoba, minuman keras, kejahatan seksual harus dihentikan.

Meminta Presiden agar menetapkan Pulau Jawa sebagai Tanah Suci umat Islam, Bali untuk umat Hindu, dan Papua, khususnya Manokwari sebagai Tanah Suci bagi umat Kristen/Nasrani.

Mereka berharap pemerintah mendukung aspirasi tersebut dengan tidak mengubah identitas Manokwari dan menghindari korupsi, kolusi, serta nepotisme

“Aspirasi ini diharapkan menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah dan pusat demi menjaga identitas Manokwari sebagai Kota Injil yang damai, religius, dan bermartabat,” katanya.

Bupati Manokwari Hermus Indou menyatakan aspirasi dari pengurus GPKAI tersebut diterima dan akan dipertimbangkan oleh pemerintah daerah. ?

Ia mengatakan Arfak sebagai suku besar di Manokwari dan suku Papua yang diberi amanah, juga kepercayaan dari Tuhan untuk mendiami tanah Papua agar mau terbuka untuk suku, agama dan ras lain.

Inti dari aspirasi tersebut sebenarnya adalah masyarakat menginginkan Manokwari bisa terbebas dari segala macam penyakit masyarakat yang akan mencederai nilai-nilai religius.

"Kami menyambut dan menerima baik aspirasi yang disampaikan dengan harapan bahwa Manokwari sebagai kota Injil dapat memberikan kenyamanan bagi seluruh suku dan agama di Manokwari," ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini Pemkab Manokwari sedang membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang identitas daerah atau city branding.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.