Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Sleman Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan dan Potensi Bencana Alam

📅 Jumat, 17 Okt 2025, 16:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Sleman Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan dan Potensi Bencana Alam Doc: Dok. Antara

SLEMAN - Menjelang datangnya musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk mengurangi risiko bencana. Persiapan mencakup penganggaran, pemetaan wilayah rawan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan sistem peringatan dini agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana alam.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, menjelaskan bahwa upaya penanggulangan bencana difokuskan pada pengurangan risiko di wilayah rawan, terutama potensi banjir lahar hujan di aliran sungai berhulu Gunung Merapi, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. “Perencanaan meliputi penganggaran, pengurangan risiko bencana, peningkatan kapasitas menghadapi bencana, dan pemetaan daerah rawan bencana yang bisa terjadi saat musim hujan,” ujarnya, Jumat (17/10).

Haris menegaskan, salah satu prioritas utama BPBD adalah memperkuat sistem peringatan dini agar masyarakat bisa menerima informasi cepat dan akurat. “Kami juga memperkuat koordinasi dengan BMKG, baik dalam pemantauan curah hujan maupun penyampaian informasi prakiraan cuaca. Informasi dari BMKG kami terjemahkan menjadi peringatan dini di tingkat lokal yang mudah dipahami masyarakat,” katanya.

Selain itu, BPBD Sleman melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan pemerintah desa dan relawan, guna memastikan kesiapsiagaan di lapangan. Langkah ini meliputi pengecekan jalur evakuasi, kesiapan tempat pengungsian, serta ketersediaan logistik darurat. “Dengan langkah-langkah ini, kami berharap risiko bencana selama musim hujan dapat ditekan seminimal mungkin dan masyarakat bisa merasa lebih aman,” lanjutnya.

Dalam rangka membangun ketangguhan masyarakat, BPBD Sleman juga menjalankan empat program utama peningkatan kapasitas. Pertama, Program Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana), yang kini telah terbentuk di seluruh 86 kalurahan di Sleman. Setiap kalurahan memiliki unit pelaksana penanggulangan bencana yang didukung komunitas relawan lokal untuk kegiatan mitigasi, sosialisasi, serta kesiapsiagaan darurat.

Kedua, Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang melatih fasilitator agar mampu membentuk SPAB secara mandiri di sekolah masing-masing. “Pembentukan SPAB juga diakhiri dengan simulasi penanganan bencana agar seluruh warga sekolah memahami standar operasi dan prosedur tetap saat bencana,” jelasnya.

Program ketiga adalah peningkatan kapasitas relawan melalui pelatihan dan bantuan peralatan kepada 70 komunitas. BPBD Sleman juga memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 2.481 relawan aktif. Adapun program keempat berupa kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Tanah Longsor di wilayah rawan longsor, seperti Kapanewon Prambanan, guna melatih koordinasi antara berbagai tingkat pemerintahan dan komunitas lokal.

Berdasarkan Kajian Risiko Bencana yang telah disusun BPBD, terdapat tiga ancaman utama di Sleman yang perlu diwaspadai. Pertama, potensi banjir lahar hujan di aliran sungai berhulu Merapi yang melintasi 54 kalurahan di 15 kapanewon. Kedua, ancaman tanah longsor di wilayah perbukitan seperti Prambanan, Turi, Pakem, dan Cangkringan, yang mencakup 14 kalurahan. Ketiga, potensi cuaca ekstrem di 44 kalurahan dengan risiko tinggi, terutama di kawasan padat penduduk dan lahan produktif.

Haris mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak berteduh di bawah pohon atau dekat tiang listrik saat hujan deras disertai angin kencang. “Kami imbau masyarakat agar membersihkan saluran air agar tidak tersumbat, serta memangkas ranting pohon yang rapuh di sekitar rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sleman bersiaga 24 jam untuk merespons setiap laporan kejadian. “Melalui pendekatan komprehensif, upaya mitigasi dan koordinasi terpadu diharapkan mampu menjaga keselamatan masyarakat serta mengurangi risiko dan dampak bencana cuaca ekstrem,” tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.