Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG: Musim Kemarau Lebih Pendek, Produksi Padi Indonesia Diprediksi Naik

📅 Senin, 23 Jun 2025, 15:00 WIB | Oleh:
BMKG: Musim Kemarau Lebih Pendek, Produksi Padi Indonesia Diprediksi Naik Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

JAKARTA - Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih singkat dari biasanya tahun ini, seiring curah hujan yang lebih tinggi daripada perkiraan. Kondisi ini diharapkan berdampak positif terhadap sektor pertanian, khususnya produksi padi nasional.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa hingga awal Juni, baru sekitar 19 persen wilayah di Indonesia yang memasuki awal musim kemarau. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan bahwa anomali iklim menjadi penyebab utama keterlambatan musim kemarau.

“Prediksi kami menunjukkan adanya anomali curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya... ini menjadi dasar utama untuk memprediksi musim kemarau yang tertunda tahun ini,” ujar Dwikorita.

Musim hujan yang lebih panjang dari biasanya dinilai memberikan keuntungan bagi petani karena pasokan air untuk sawah akan tetap terjaga. BMKG menyebutkan bahwa curah hujan tinggi diperkirakan terjadi di wilayah selatan Sumatera, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara itu, beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan diprediksi menjadi yang pertama memasuki musim kemarau. Meski demikian, BMKG tetap mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, untuk menyesuaikan rencana kerja mereka dengan pola iklim yang kini semakin sulit diprediksi akibat perubahan iklim global.

Kondisi cuaca yang basah sejak awal tahun juga sempat menyebabkan bencana di beberapa daerah. Hujan deras dari Januari hingga Maret memicu banjir parah di Jakarta dan sekitarnya, termasuk banjir setinggi tiga meter yang terjadi pada awal Maret, memaksa ribuan warga mengungsi.

Namun di balik tantangan tersebut, proyeksi produksi padi nasional menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik memperkirakan produksi beras Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2025 akan meningkat 14,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi sekitar 21,76 juta metrik ton. Pemerintah menargetkan total produksi beras tahun ini mencapai 32 juta ton, naik dari realisasi tahun lalu sebesar 30,62 juta ton.

Dengan meningkatnya curah hujan dan potensi panen yang lebih baik, sektor pertanian diharapkan menjadi penopang ketahanan pangan nasional, meski tantangan perubahan iklim tetap menjadi perhatian utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.