Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Biden Tegaskan Komitmen Pertahanan

📅 Selasa, 15 Jun 2021, 05:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Biden Tegaskan Komitmen Pertahanan Doc: Kenzo TRIBOUILLARD / POOL / AFP

BRUSSELS - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) akan membahas revisi konsep strategisnya saat para pemimpin negara anggotanya, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, berkumpul di Brussels, Belgia, pada Senin (14/6).

"NATO terakhir kali memperbarui dokumen yang menguraikan tujuannya itu pada 2010. Ancaman keamanan dan tantangan yang dihadapinya telah berubah sejak itu," kata Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg.

"Sebagai contoh, dalam konsep strategis yang sekarang, Tiongkok tidak disebut-sebut satu kali pun, apalagi soal perubahan iklim hampir tidak disebutkan sama sekali. Dan tentu saja, hubungan kami dengan Russia berada pada posisi yang sangat berbeda ketika itu dibandingkan dengan yang sekarang," ungkap Stoltenberg dalam konferensi pers, Jumat (11/6) lalu.

"Sekarang, kita berada di titik rendah sejak Perang Dingin dalam hubungan kami dengan Russia, dan ada serangan siber yang lebih canggih, serta banyak lagi tantangan yang telah berubah selama tahun-tahun ini," imbuh dia.

Sebelumnya NATO menunda pembahasan perubahan konsep strategisnya saat Donald Trump menjadi Presiden AS.

"Warga Eropa tidak ingin membuka Kotak Pandora semasa pemerintahan Trump karena mereka tidak tahu apa yang akan dikatakan AS," komentar Dan Hamilton, direktur program Global Europe di lembaga kajian Wilson Center.

Trump juga memiliki hubungan penuh ketidakpastian dengan para pemimpin aliansi militer ini, berulang kali mencaci mereka untuk meningkatkan jumlah anggaran pertahanan mereka dan mempertanyakan klausul pertahanan bersama NATO yang dikenal sebagai Pasal 5.

Biden, dalam pidato di Royal Air Force Mildenhall di Inggris pada Rabu (9/6) lalu mengatakan bahwa selama ia di Brussels, akan menjelaskan bahwa komitmen AS terhadap aliansi NATO dan Pasal 5 sangat kuat. "Ini merupakan kewajiban suci kami berdasarkan Pasal 5," ucap Presiden AS itu.AFP/VoA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Hari Ini Indonesia Berharap Pecah Telor untuk Medali Emas

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Hari Ini Indonesia Berharap...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.