Berdayakan Perempuan Lewat Fesyen: BDI Jakarta dan DWP Kemenperin Rilis Empat Brand Fesyen Unggulan
📅 Jumat, 05 Des 2025, 21:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kolaborasi bersama Bank Indonesia, HIPMI Jakarta Selatan, dan pelibatan aktif Dharma Wanita Persatuan (DWP Kemenperin) dalam upaya mencetak sustainable entrepreneur di sektor industri kreatif fesyen.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan kolaborasi ini menjadi fondasi Kemenperin dalam menciptakan ekosistem pelaku usaha kreatif, khususnya di sektor fesyen yang mampu bertahan dan berkembang secara keberlanjutan.
“Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen Kemenperin untuk melahirkan wirausaha fesyen yang tidak hanya unggul dalam desain dan kualitas, namun juga memiliki kesadaran penuh dalam praktik keberlanjutan dan ekonomi sirkular,” ungkap Menperin di Jakarta, Jumat (5/12).
Sejalan dengan hal tersebut, Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian turut mengambil partisipasi melalui penyelenggaraan acara Demoday dan Launching Produk Tenant Inkubator Bisnis Tahun 2025. Kegiatan ini semakin bermakna karena digelar bersamaan dengan Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenperin, menjadikannya momentum penting dalam menegaskan komitmen Kemenperin terhadap pengembangan talenta dan memperkuat ekosistem industri kreatif fesyen.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menjelaskan bahwa program inkubator bisnis yang diinisiasi oleh BDI Jakarta merupakan wujud konkret Kemenperin untuk mengembangkan wirausaha industri yang mandiri dan berdaya saing dengan pendekatan yang berbeda. “BDI Jakarta menyelenggarakan inkubator bisnis dengan pendekatan holistik terhadap perkembangan dan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada aspek produksi dan bisnis, tetapi juga pada inovasi, peningkatan kualitas produk, dan pemasaran yang efektif,” ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Kepala BDI Jakarta Ali Khomaini dalam laporannya turut menyampaikan bahwa kegiatan launching produk ini merupakan tahap terakhir dari Inkubator Bisnis yang dibina oleh BDI Jakarta. “Sebelumnya, BDI Jakarta telah memulai fase inkubasi sejak bulan Agustus, diawali dengan Business Diagnostic, Intensif Mentoring Mingguan, Bootcamp selama 3 kali, Kolaborasi, Produksi Koleksi Baru dan diakhiri dengan Product Launching sebanyak 3 koleksi,” jelas Ali.
Ratusan Pendaftar
Penyelenggaraan program inkubator bisnis ini sendiri telah menarik animo masyarakat, terbukti dengan mencatatkan 272 pendaftar dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bangka, Jawa Barat, hingga Sulawesi. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, dipilih empat tenant terbaik yang menjalani inkubasi intensif selama 6 bulan dengan total 170 jam pelajaran mentoring.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun keempat tenant terpilih yang meluncurkan produk inovatif hasil kolaborasi dengan tokoh ternama yaitu:
Tanahwari (Bangka): Seri Srikandi Mekar berkolaborasi dengan Dita Zulaika (Miss Tourism International Indonesia).
Harumi (Jakarta): Seri Orchidea berkolaborasi dengan Rana Assegaf (Influencer).
Kurantaka (Bogor): Seri Pramesa berkolaborasi dengan Maison Obscura (Brand Fashion).
Zeea (Bandung): Seri Bold Revival berkolaborasi dengan Dara Arafah (Selebgram).
Selain itu, program ini turut menarik minat investor dan perjanjian kerja sama, yaitu tenant Zea yang telah memperoleh kesepakatan pendanaan dari investor Ibu Lia Ikhwatun Khasanah senilai Rp 600 juta, serta penandatanganan kerja sama strategis antara tenant Kurantaka dengan Maison Obscura, dan BDI Jakarta dengan HIPMI Jakarta Selatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!