Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bappenas Sebut Kondisi Ekosistem Gambut dan Mangrove Terus Menurun

📅 Kamis, 02 Feb 2023, 13:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bappenas Sebut Kondisi Ekosistem Gambut dan Mangrove Terus Menurun Doc: antarafoto
Ket. Peluncuran dokumen Strategi Nasional (Stranas) Pengelolaan Lahan Basah Ekosistem Gambut dan Mangrove secara virtual di Jakarta, Kamis (2/2).

JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Vivi Yulaswati menyatakan, kondisi ekosistem gambut dan mangrove terus menurun.

"Maraknya pembalakan liar hutan mangrove, deforestasi untuk konversi lahan, serta reklamasi pesisir terus mengancam pengelolaan ekosistem mangrove," kata dia secara virtual dalam acara peluncuran dokumen Strategi Nasional (Stranas) Pengelolaan Lahan Basah Ekosistem Gambut dan Mangrove di Jakarta, Kamis (2/2).

Hal yang sama, menurut dia, juga terjadi dalam pengelolaan ekosistem gambut seiring dengan tingginya invasi perkebunan (atau konversi dari ekosistem gambut yang menjadi perkebunan) lebih masif, kebakaran, dan juga deforestasi tutupan hutan di atas lahan gambut.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) periode 2010-2020, Indonesia telah kehilangan luas tutupan mangrove hampir seluas 200 ribu hektare. Kehilangan tutupan mangrove tertinggi terjadi pada 2016, yakni sebesar 60 ribu hektare.

"Kabar baiknya, selama tiga tahun terakhir, tren kehilangan tutupan mangrove di Indonesia semakin menurun," ucapnya.

Lahan gambut pun juga mengalami kehilangan luas tutupan hutan, yakni sebesar 1,82 juta hektare selama 2000-2019 atau sekitar 96 ribu hektare per tahun.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mencantumkan kebijakan pengelolaan ekosistem lahan gambut dan mangrove di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 poin nomor enam (6), yakni membangun lingkungan hidup serta meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim.

Di dalamnya, terdapat dua target, yaitu luas lahan gambut terdegradasi yang dipulihkan sebesar 1,6 juta hektare dan jumlah luas rehabilitasi hutan mangrove seluas 50 ribu hektare.

"Untuk mendukung target pembangunan yang lebih luas, yaitu pencapaian target Indonesia Emas 2045, pembangunan rendah karbon, dan juga SDGs (Sustainable Development Goals) khususnya tujuan 13, 14, dan 15, diperlukan penyusunan target arah kebijakan dan strategi pengelolaan lahan basah yang lebih progresif dan berkelanjutan," ungkap Vivi.

Ada empat aspek fungsi yang perlu menjadi fokus dalam pengelolaan ekosistem lahan basah, mencakup peningkatan tutupan lahan, penurunan gas emisi rumah kaca, mempertahankan keanekaragaman hayati, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Oleh karenanya, dokumen stranas yang diluncurkan hari ini mencakup keempat aspek fungsi tersebut," ujar Vivi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.