Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bantul Perkuat Fondasi Pertanian untuk Swasembada Pangan Nasional

📅 Sabtu, 14 Jun 2025, 23:35 WIB | Oleh:
Bantul Perkuat Fondasi Pertanian untuk Swasembada Pangan Nasional Doc: Pemkab Bantul

BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional. Langkah konkret dilakukan melalui penguatan produksi, modernisasi lahan, hingga insentif fiskal bagi petani.

Hal itu disampaikan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Yudi Sastro, ke lahan perluasan tambah tanam (LTT) padi di Kalurahan Pocosari, Kapanewon Srandakan, Sabtu (14/6). “Pertanian masih jadi sektor unggulan. Kontribusinya menempati peringkat kedua dalam PDRB Bantul setelah industri,” ujarnya.

Halim menyebutkan, Pemkab Bantul akan mendorong pertanian menuju era digital melalui elektrifikasi lahan dan pemasangan titik-titik wifi di kawasan pertanian. Bahkan mulai tahun 2026, Pemkab akan membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk lahan pertanian berkelanjutan. “Langkah ini untuk memastikan pertanian tetap jadi sektor yang menguntungkan dan menyejahterakan,” tegasnya.

Di lokasi LTT Pocosari, rombongan meninjau pengerukan sedimen irigasi oleh Gapoktan Sarikismo. Ketua Gapoktan, Sarjiyo, menyampaikan bahwa bantuan alsintan dari pemerintah telah sangat membantu petani dari sisi ekonomi. Ia berharap dukungan irigasi diperkuat, mengingat letak lahan yang rawan banjir.

Dirjen Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini atas perintah Menteri Pertanian untuk memastikan kebutuhan petani seperti air, pupuk, dan mekanisasi benar-benar terpenuhi. “Kunci swasembada ada pada peningkatan indeks tanam. Itu hanya bisa dicapai jika seluruh infrastruktur pendukung tersedia,” jelasnya.

Setelah dari Pocosari, rombongan melanjutkan ke Kalurahan Canden, Jetis, untuk memanen jagung varietas Nusantara RI 1. Meskipun sempat dilanda banjir, hasil panen tetap memuaskan, mencapai 9,11 ton per hektare—lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Di sektor hilir, pemerintah telah menetapkan harga acuan gabah kering panen sebesar Rp 6.500/kg dan jagung Rp 5.500/kg. Intervensi harga ini diharapkan mendorong produktivitas petani serta memperkuat posisi Kabupaten Bantul sebagai daerah penopang ketahanan pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

54 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.