Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memori Bisa Jadi Penentu Mahalnya Harga Handphone

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 13:03 WIB | Oleh:
Memori Bisa Jadi Penentu Mahalnya Harga Handphone Doc: ist
Ket. harga ponsel

JAKARTA – Harga ponsel pintar bisa saja melambung. Hal ini bukan karena perang atau krisis ekonomi, tapi karena harga memori semakin mahal. Firma periset pasar global Counterpoint memperingatkan potensi kenaikan harga ponsel pintar pada 2026 seiring dengan meningkatnya biaya komponen RAM memori.

Berdasarkan hasil analisis lembaga tersebut, biaya RAM untuk ponsel telah meningkat sebesar 50 persen dari kuartal ke kuartal, sementara biaya penyimpanan NAND telah meningkat lebih dari 90 persen dari kuartal ke kuartal.

"Harga eceran yang lebih tinggi tidak dapat dihindari pada 2026 karena kenaikan biaya akan diteruskan ke konsumen," kata Analis Senior Counterpoint Shenghao Bai, seperti dikutip dari laporan yang disiarkan di laman resmi mereka, Selasa (10/3).

Biaya memori yang meningkat cukup berdampak pada Bill of Materials (BoM) atau biaya material untuk ponsel pintar. Menurut analisis lembaga itu, kategori ponsel kelas bawah (di bawah 200 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,3 jutaan) menjadi yang paling terpukul.

Saat membuat ponsel khas kelas entry-level dengan RAM LPDDR4X 6GB dan penyimpanan eMMC 128GB, produsen harus menghabiskan 43 persen dari total BoM ponsel untuk memori. Persentase itu meningkat 25 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Untuk membuat ponsel kelas menengah (400-600 dolar AS/Rp6,7-10 jutaan) yang memiliki ciri khas konfigurasi memori 8GB RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.0 256GB, para produsen akan menghabiskan 15 persen lebih banyak untuk RAM dan 11 persen lebih banyak untuk penyimpanan. Perkiraan di atas berlaku untuk ponsel yang dirakit pada kuartal I 2026, sementara pada kuartal II, biaya RAM diperkirakan naik 20 persen dan penyimpanan 16 persen.

Ponsel kelas atas (di atas 800 dolar AS/Rp13 jutaan) mungkin memiliki margin yang lebih besar untuk membantu menyerap dampak kenaikan harga, namun, kelas pasar itu juga menghadapi masalah tambahan yaitu harga chipset 2nm flagship cukup mahal.

Counterpoint memperkirakan bahwa BoM akan naik sebesar 100-150 dolar AS (sekitar Rp1,5-2,6 jutaan) pada Q2 untuk ponsel dengan RAM LPDDR5X HKMG 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 512GB. Komponen RAM akan menyumbang 23 persen dari BoM dan penyimpanan akan menyumbang 18 persen.

Dengan semua perkiraan biaya material yang meningkat, maka biaya untuk ponsel pintar yang beredar di pasaran juga mengalami peningkatan. Counterpoint memperkirakan bahwa ponsel kelas bawah akan menjadi lebih mahal sekitar 30 dolar AS (sekitar Rp500 ribuan). Ponsel premium akan mengalami kenaikan harga sebesar 150-200 dolar AS (sekitar Rp1.5-2.6 jutaan).

"Pada 2026, produsen ponsel pintar akan berjuang untuk menyeimbangkan biaya komponen, margin kotor, dan target pengiriman. Mereka yang sangat bergantung pada model entry-level untuk mendorong pangsa pasar akan menghadapi risiko kerugian jangka pendek yang signifikan," kata Bai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.