Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Dunia: Reformasi Melambat, Indonesia Butuh Keajaiban untuk menjadi Negara Ekonomi Maju pada 2045

📅 Kamis, 26 Sep 2024, 12:41 WIB | Oleh:
Bank Dunia: Reformasi Melambat, Indonesia Butuh Keajaiban untuk menjadi Negara Ekonomi Maju pada 2045 Doc: Istimewa
Ket. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia "harus menghindari jebakan negara berpendapatan menengah" agar bisa mencapai status negara berpendapatan tinggi pada 2045.

JAKARTA - Bank Dunia baru-baru ini menyangsikan target Indonesia untuk menjadi ekonomi berpendapatan tinggi pada tahun 2045 dan menguraikan beberapa tantangan yang dihadapi negara-negara berpendapatan menengah dalam mencapai lompatan tersebut.

Dikutip dari The Star, menurut perencanaan pemerintah, pencapaian target tersebut tepat waktu pada peringatan seratus tahun Kemerdekaan Indonesia akan membutuhkan pertumbuhan produk domestik bruto tahunan sebesar enam hingga tujuh persen dalam 20 tahun ke depan.

"Agar negara-negara berpendapatan menengah bisa memiliki pendapatan tinggi dalam hitungan dekade, bukan abad, diperlukan keajaiban," kata kepala ekonom Grup Bank Dunia, Indermit Gill pada hari Senin (23/9) dalam seminar yang diadakan di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, dengan tajuk Pembangunan Ekonomi Asean dan Jebakan Pendapatan Menengah.

Sambil mengakui pertumbuhan ekonomi negara yang kuat, Gill menunjukkan bahwa jalan ke depan akan lebih sulit bagi ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Sejak tahun 1970-an, pendapatan per kapita di banyak negara berpenghasilan menengah telah mengalami stagnasi, hanya sebagian kecil dari tingkat di Amerika Serikat, menurut Laporan Pembangunan Dunia 2024 Bank Dunia yang berjudul Perangkap Pendapatan Menengah yang diterbitkan bulan lalu.

"Bahwa ketika negara-negara bertambah kaya, mereka biasanya terjebak dalam 'perangkap' sekitar 10 persen dari PDB Amerika Serikat tahunan per orang yang setara dengan 8.000 dolar AS saat ini," bunyi laporan tersebut.

Dari sejumlah kecil negara yang berhasil mencapai status berpendapatan tinggi sejak tahun 1990, lebih dari sepertiganya merupakan penerima manfaat dari integrasi ke dalam Uni Eropa atau minyak yang sebelumnya belum ditemukan.

Saat ini, 108 negara yang menaungi tiga perempat populasi global termasuk dalam kategori berpendapatan menengah dengan pendapatan per kapita berkisar antara 1.136 hingga 13.845 dolar AS, dan mereka menghadapi tantangan serius dalam upaya mereka untuk menjadi negara berpendapatan tinggi, demikian pernyataan laporan itu, seperti populasi yang menua, fragmentasi perdagangan, krisis lingkungan hidup, dan meningkatnya utang pemerintah.

Meskipun mengakui niat untuk mendukung sektor publiknya, Gill mengatakan Indonesia tidak berkinerja baik dalam efisiensi regulasi dan operasional.

"Bukan berarti Indonesia tidak menuju ke arah yang benar, tetapi laju reformasinya melambat jika dibandingkan dengan negara-negara yang berhasil mengelola transisi ini dengan sukses," ujarnya, seraya menambahkan bahwa laju pertumbuhan Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan yang dicapai oleh Tiongkok dan Korea Selatan di masa lalu.

Ekonom tersebut menyoroti sejarah pembangunan Korea Selatan, yang berubah dari negara berpendapatan rendah menjadi negara berpendapatan tinggi hanya dalam waktu 25 tahun, sebagai "bacaan wajib bagi para pembuat kebijakan di negara berpendapatan menengah mana pun."

Untuk keluar dari perangkap negara berpendapatan menengah, Bank Dunia merekomendasikan Indonesia mengadopsi kebijakan "3i" yakni investasi, infus teknologi, dan inovasi, dengan Korea Selatan disebut sebagai contoh keberhasilannya.

Gill mengatakan, kemajuan Indonesia terlihat jelas dalam reformasi mendasar tertentu, khususnya di bidang infrastruktur, tata kelola, dan stabilitas ekonomi makro. Di sisi lain, negara ini tertinggal dalam reformasi efisiensi pasar, yang menurutnya penting untuk kemajuan lebih lanjut.

"Bidang-bidang seperti keuangan, ketenagakerjaan, perdagangan, persaingan dan regulasi bisnis ada dalam agenda Indonesia (untuk direformasi) guna mempertahankan pertumbuhannya," lanjut Gill.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.