Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banjir Tahunan Kembali Rendam Curup, Bupati Rejang Lebong Turun Tangan

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 21:41 WIB | Oleh:
Banjir Tahunan Kembali Rendam Curup, Bupati Rejang Lebong Turun Tangan Doc: ANTARA/Nur Muhamad
Ket. Petugas TNI/Polri berjaga di Jembatan Dusun Curup, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong yang terendam banjir musiman akibat meluapnya Sungai Air Duku, Minggu, (28/9).

REJANG LEBONG - Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, memerintahkan dinas terkait menyusun kajian teknis penanganan banjir setelah Kota Curup kembali terendam akibat luapan Sungai Air Duku. Lebih dari 70 rumah warga dan satu masjid terdampak, sementara Jalan Lintas Curup–Muara Aman sempat lumpuh akibat banjir setinggi lutut.

"Saya minta Dinas PU dan BPBD Rejang Lebong menyusun kajian teknis secara rinci sebagai dasar penganggaran penanganan banjir dalam APBD tahun 2026. Kajian ini penting agar penanganan banjir lebih terukur, dan bukan hanya sementara," kata dia usai meninjau permukiman warga di Kecamatan Curup yang terkena banjir akibat luapan Sungai Air Duku, Minggu.

Dia menjelaskan, hujan deras yang terjadi beberapa hari belakangan telah membuat debit air Sungai Air Duku yang berada di wilayah Kecamatan Curup dan Curup Utara pada Minggu pagi hingga siang meluap, dan menggenangi permukiman penduduk di beberapa kelurahan.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dilakukan bersama Wabup Hendri Praja, kata dia, beberapa lokasi yang kerap dilanda banjir musiman akibat meluapnya Sungai Air Duku ini akibat banyaknya sedimen lumpur yang mengendap di saluran drainase, kemudian kapasitas saluran terlalu kecil dan tingginya curah hujan yang turun di wilayah itu.

Menurut dia, penanganan banjir di sejumlah titik yang menjadi langganan banjir tahunan di dalam Kota Curup ini selain perlunya normalisasi Sungai Air Duku juga menimbulkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke saluran pembuangan atau sungai.

"Sampah yang dibuang sembarangan ini menjadi salah satu penyebab banjir. Sampah-sampah ini akan hanyut terbawa air sehingga menyumbat saluran pembuangan, dan menyebabkan banjir," tegasnya.

Untuk mengantisipasi banjir tahunan ini dia meminta para camat, lurah, kepala desa, ketua RW, dan ketua RT untuk melakukan kegiatan gotong royong membersihkan saluran pembuangan, serta menyosialisasikan larangan membuang sampah sembarangan.

Banjir musiman akibat meluapnya Sungai Air Duku yang melewati sejumlah kelurahan dan desa di Kecamatan Curup dan Curup Utara ini menyebabkan lebih dari 70 unit rumah warga dan satu masjid terdampak, serta sempat menggenangi Jalan Lintas Curup-Muara Aman (Kabupaten Lebong) dengan ketinggian selutut orang dewasa, banjir ini terjadi sejak pagi dan pada sore hari mulai surut.

Sebelumnya, Jumat (27/9) sore dua kelurahan di Kecamatan Curup Tengah yakni Kelurahan Sidorejo dan Kelurahan Talang Rimbo terdampak banjir akibat meluapnya saluran pembuangan yang tidak mampu menampung air hujan sehingga masuk ke perumahan warga, serta merobohkan pagar tembok Kantor Satpol PP Rejang Lebong.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.