Bandara Malaysia Diretas, Minta Tebusan Lebih dari Rp165 Miliar
📅 Selasa, 25 Mar 2025, 15:52 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
KUALA LUMPUR - Pengelola bandara Malaysia, Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB), mengalami serangan siber, dengan peretas yang menuntut tebusan sebesar 10 juta dollar AS atau lebih dari Rp165 miliar, ujar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur, Selasa (25/3).
“Saya sudah diberi tahu. Alhamdulillah, bulan Ramadan, saya tidak perlu tunggu waktu lima detik saya jawab, ‘No!’” kata Anwar.
Anwar mengatakan bahwa pembahasan mengenai penyelesaian serangan siber terhadap MAHB telah berlangsung dalam satu hingga dua hari terakhir, termasuk mengenai tuntutan peretas yang meminta tebusan sebesar 10 juta dolar AS dan hal-hal terkait lainnya.
Anwar menegaskan bahwa suatu negara tidak mungkin selamat jika pemimpinnya dan sistem yang ada tunduk pada ultimatum pelaku kejahatan dan pengkhianat, baik dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, ia dengan tegas langsung mengatakan "tidak."
Ia mengakui adanya risiko dalam mengungkapkan hal tersebut, namun tetap merasa perlu menyampaikannya kepada masyarakat. Menurutnya, diperlukan sistem yang canggih untuk menangani serangan siber, serta tambahan dana bagi Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM), sektor perbankan, dan negara secara keseluruhan guna meningkatkan kesiapsiagaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Anwar menegaskan pentingnya mengambil sikap yang tepat. Ia ingin memberikan contoh bagaimana bertindak secara wajar dan bijaksana dalam menghadapi permasalahan tersebut.
Ia juga mengimbau agar tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan ini.
“Sebab bila kita tunjukkan kelemahan kita, negara tidak akan punya kendali. Kita bisa bersabar menghadapi kritik, tapi tidak boleh lengah terhadap benih-benih rasuah, penyelundupan, pengkhianatan, ataupun pembawa permusuhan antar ras dan agama,” kata Anwar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anwar mengungkapkan adanya serangan siber tersebut saat menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Polisi ke-218 di Pusat Latihan Polisi, Kuala Lumpur, yang juga dapat diikuti secara daring.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!