Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bagaimana Hasil Investigasi Adanya Belatung di Sajian Makan Gratis Sorong. Bukan Tambah Sehat Ini Mah

📅 Senin, 11 Agu 2025, 17:54 WIB | Oleh:
Bagaimana Hasil Investigasi Adanya Belatung di Sajian Makan Gratis Sorong. Bukan Tambah Sehat Ini Mah Doc: ist
Ket. Makan gratis sering bermasalah

SORONG – Telah ditemukan belatung dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Klamasen, Sorong, Papua Barat Daya. Makanan berbelatung itu didistribusikan pada hari Jumat (8/8).

Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah menginvestigasi dan mengecek mendalam terkait temuan belatung tersebut. Yah ini mah bukan tambah sehat, malah bisa sakit. BGN dan seluruh petugas SPPG Klamasen mohon maaf kepada seluruh pihak yang terdampak. Dengan adanya insiden tersebut BGN terus berkomitmen untuk mengambil langkah tegas dan memantau SPPG terkait.

Kepala SPPG Klamasen Rizky Irana dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyebut telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pedoman yang berlaku dalam pengadaan paket MBG setiap harinya. Lalu kenapa ada belatung ya?

"Kami telah melakukan seluruh tahap mulai dari persiapan bahan baku, proses pemasakan dan penyajian sesuai porsi, hingga distribusi makanan sesuai SOP yang berlaku di BGN," ujar Rizky. Usai kejadian Rizky menyatakan telah melakukan respons cepat.

Dia berkoordinasi dengan BGN, pihak yayasan, sekolah penerima manfaat, Kodim, serta Dinas Kesehatan setempat. Sebagai tindak lanjut SPPG Klamasen telah menarik kembali MBG yang didistribusikan di hari tersebut dan melakukan evaluasi internal bersama seluruh petugas SPPG.

"Kami bersama yayasan sudah melakukan pengecekan sampel makanan dan memastikan hasil sampel layak untuk dikonsumsi. Selanjutnya, kami terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat dan Kodim," ujar dia.

Ia menegaskan saat ini SPPG Klamasen menghentikan sementara operasional Program MBG. Kemudian, mengevaluasi dan memperbaiki SOP atas rekomendasi Dinas Kesehatan, termasuk melakukan uji organoleptik (rasa, warna, bau, dan sentuhan) pada setiap pengantaran untuk operasional berikutnya.

BGN berkomitmen penuh mengatasi masalah tersebut dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tegas. Evaluasi internal bersama seluruh staf dapur telah dilaksanakan untuk mengidentifikasi potensi kelalaian dalam proses penyiapan, pengolahan, hingga pengemasan makanan.

25 Perusahaan

Sementara itu, sebanyak 25 perusahaan telah mengajukan permohonan untuk menjadi pengelola dapur sehat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Wakil Bupati (Wabup) Manokwari Mugiyono di Manokwari, Senin, mengatakan banyaknya perusahaan yang mendaftar ke BGN tersebut menunjukkan Program MBG memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi di daerah.

“Minat swasta untuk mengelola dapur sehat MBG sangat tinggi. Ada 25 perusahaan yang sudah mendaftar langsung ke BGN pusat, mereka masuk daftar tunggu untuk bisa beroperasi," ujarnya.

Menurutnya, pendirian dapur sehat MBG swasta di daerah hingga kini masih ditangani langsung oleh BGN tanpa melibatkan pemerintah daerah. Namun untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Pemkab Manokwari perlu menunjuk satu penanggung jawab (PIC) sebagai koordinator dapur sehat di Manokwari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.