Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badai Musim Dingin Tewaskan Warga Gaza, Anak 1 Tahun Meninggal karena Hipotermia di Kamp Pengungsian

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 18:30 WIB | Oleh:
Badai Musim Dingin Tewaskan Warga Gaza, Anak 1 Tahun Meninggal karena Hipotermia di Kamp Pengungsian Doc: CNN

JAKARTA - Badai musim dingin kembali menelan korban jiwa di Jalur Gaza. Sedikitnya lima warga Palestina dilaporkan meninggal dunia setelah angin kencang merobohkan dinding dan merusak tenda-tenda darurat yang menjadi tempat tinggal ribuan pengungsi akibat perang berkepanjangan.

Otoritas kesehatan Gaza menyebut empat orang tewas ketika tembok runtuh menimpa tenda di sejumlah wilayah Gaza City. Korban terdiri dari dua perempuan, seorang anak perempuan, dan seorang pria. Jenazah mereka dibawa ke Rumah Sakit Shifa, fasilitas kesehatan terbesar di Gaza.

Tragedi lain terjadi pada Selasa malam waktu setempat, ketika seorang bayi laki-laki berusia satu tahun dilaporkan meninggal akibat hipotermia. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan suhu dingin ekstrem, minimnya perlindungan, serta keterbatasan perlengkapan musim dingin menjadi faktor utama.

Salah satu insiden paling mematikan menimpa keluarga Mohamed Hamouda, pria berusia 72 tahun, yang tewas bersama cucunya yang berusia 15 tahun serta menantu perempuannya. Dinding setinggi delapan meter runtuh dan menimpa tenda mereka di kawasan pesisir Gaza City. Lima anggota keluarga lainnya mengalami luka-luka.

Keluarga korban pada Selasa mulai membersihkan puing-puing dan membangun kembali tenda darurat untuk para penyintas. “Dunia membiarkan kami menyaksikan kematian dalam segala bentuknya,” ujar Bassel Hamouda usai pemakaman keluarganya. Ia menegaskan bahwa meski pengeboman mereda, penderitaan warga Gaza belum berakhir.

Gencatan senjata memang telah berlaku sejak Oktober, namun berbagai organisasi kemanusiaan menilai kondisi hidup warga Palestina tetap berbahaya. Sebagian besar dari lebih dari dua juta penduduk Gaza kini tinggal di tenda-tenda seadanya setelah rumah mereka hancur akibat serangan militer Israel selama lebih dari dua tahun terakhir.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebut pihaknya telah menyalurkan tenda, terpal, selimut, pakaian, serta bantuan nutrisi dan kebersihan. Namun, jumlah bantuan dinilai belum memadai untuk menghadapi badai dan suhu ekstrem musim dingin.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 440 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel sejak gencatan senjata berlaku. Data korban tersebut dinilai kredibel oleh badan-badan PBB dan pengamat independen.

Juru bicara UNICEF, James Elder, menyatakan sedikitnya 100 anak telah meninggal sejak masa gencatan senjata, akibat serangan militer yang masih terjadi. “Apa yang disebut dunia sebagai ketenangan, di Gaza masih terasa seperti krisis,” ujarnya dari Gaza City dalam pengarahan PBB di Jenewa.

Musim dingin kali ini menjadi yang ketiga sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023, ketika serangan Hamas ke Israel menewaskan sekitar 1.200 orang. Sejak itu, lebih dari 71.400 warga Palestina dilaporkan tewas dalam operasi militer Israel, sementara krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.