Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ayo Tanam Melinjo, Pelaku UMKM Emping Pandeglang Kesulitan Bahan Baku Lokal

📅 Selasa, 07 Mei 2024, 05:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Tanam Melinjo, Pelaku UMKM Emping Pandeglang Kesulitan Bahan Baku Lokal Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Produksi kerupuk emping jenis kaceprek di Kabupaten Pandeglang, Banten siap dipasok ke Tangerang dan Jakarta, namun kini kesulitan bahan baku melinjo lokal karena belum memasuki panen.

Pandeglang - Pelaku usaha micro kecil dan menengah (UMKM) produksi kerupuk emping Pandeglang, Provinsi Banten sejak dua bulan terakhir kesulitan bahan baku melinjo lokal.

"Kita harus mendatangkan melinjo dari daerah lain, seperti Ciomas, Kabupaten Serang," kata Saripah (46) seorang pelaku UMKM Produksi Kerupuk Emping di Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang, Senin.

Selama ini, permintaan kerupuk emping cukup tinggi hingga meningkat 100 persen yang biasanya memasok satu ton menjadi dua ton/pekan.

Namun, pihaknya hingga kini belum bisa memenuhi permintaan pasar, karena kesulitan bahan baku itu.

"Kami tetap memasok kerupuk emping itu sekitar satu ton dengan harga Rp100 ribu/kilogram , sehingga total Rp100 juta," katanya menjelaskan.

Menurut dia, kebanyakan permintaan kerupuk emping itu untuk melayani pelanggan tetap di wilayah Tangerang dan Jakarta.

Saat ini, lanjut dia, harga melinjo menembus Rp27-30 ribu/kilogram dari normalnya Rp12 ribu/kilogram.

"Kenaikan melinjo itu harga kerupuk emping juga naik yang semula Rp75 ribu menjadi Rp100 ribu/kilogram," katanya menjelaskan.

Begitu juga perajin UMKM produksi kerupuk emping di Kecamatan Babakan Pandeglang mengaku juga kesulitan untuk mendapatkan bahan baku melinjo karena belum memasuki panen, sehingga terpaksa mendatangkan dari luar daerah.

Padahal, permintaan pasar untuk wilayah Jakarta dan Bandung naik dua kali lipat, namun tidak terpenuhi permintaan pasar tersebut.

Bahkan, di antaranya pelaku UMKM kerupuk emping juga ada yang istirahat dan tidak berproduksi.

"Kami masih terbantu melinjo dari luar daerah sehingga bisa memasok sekitar satu ton/pekan," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Haerudin (55) seorang pengepul kerupuk emping warga Pandeglang mengatakan bahwa saat ini beberapa kecamatan di daerah ini sebagai sentra kerupuk emping terbesar, seperti Kecamatan Jiput, Babakan, Cikedal, Menes, Gunung Pulosari, dan Pagelaran.

Mereka produksi kerupuk emping itu dipasok ke berbagai daerah di Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.