Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Awas! Korea Selatan Sebut AI DeepSeek Mentransfer Data Pengguna ke Tiongkok dan AS

📅 Sabtu, 26 Apr 2025, 11:05 WIB | Oleh:
Awas! Korea Selatan Sebut AI DeepSeek Mentransfer Data Pengguna ke Tiongkok dan AS Doc: Istimewa
Ket. PICP mengatakan, sebelum chatbot DeepSeek dihapus dari toko aplikasi di Korea Selatan, perusahaan tersebut mentransfer data pengguna ke perusahaan-perusahaan di Tiongkok dan AS tanpa persetujuan.

SEOUL - Otoritas perlindungan data Korea Selatan baru-barubini menyimpulkan bahwa perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI)  Tiongkok, telah DeepSeek mengumpulkan informasi pribadi dari pengguna lokal dan mentransfernya ke luar negeri tanpa izin mereka.

Dilansir CNBC (Consumer News and Business Channel), Komisi Perlindungan Informasi Pribadi atau Personal Information Protection Commission, merilis temuan tertulisnya pada hari Kamis (24/4), sehubungan dengan tinjauan privasi dan keamanan DeepSeek.

Hal ini menyusul penghapusan aplikasi chatbot DeepSeek dari toko aplikasi Korea Selatan pada bulan Februari atas  rekomendasi PICP . Agensi tersebut mengatakan DeepSeek telah berkomitmen untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah tersebut . 

Selama kehadiran DeepSeek di Korea Selatan, perusahaan itu mentransfer data pengguna ke beberapa perusahaan di Tiongkok dan AS tanpa memperoleh persetujuan yang diperlukan dari pengguna atau mengungkapkan praktik tersebut, kata PIPC.

Badan tersebut menyoroti kasus khusus di mana DeepSeek mentransfer informasi dari perintah AI yang ditulis pengguna, serta informasi perangkat, jaringan, dan aplikasi, ke platform layanan cloud China bernama Beijing Volcano Engine Technology Co.

Sementara PIPC mengidentifikasi Beijing Volcano Engine Technology Co. sebagai “afiliasi” dari pemilik TikTok, ByteDance, pengawas privasi informasi mencatat dalam sebuah pernyataan bahwa platform cloud tersebut “adalah badan hukum terpisah dan tidak memiliki hubungan dengan ByteDance,” menurut terjemahan Google.

Menurut PIPC, DeepSeek mengatakan pihaknya menggunakan layanan Beijing Volcano Engine Technology untuk meningkatkan keamanan dan pengalaman pengguna aplikasinya, tetapi kemudian memblokir transfer informasi perintah AI sejak 10 April.

Perusahaan rintisan AI yang berpusat di Hangzhou ini menggemparkan dunia pada bulan Januari ketika meluncurkan model penalaran R1, yang menyaingi kinerja pesaing Barat meskipun perusahaan itu mengklaim bahwa pelatihannya dilakukan dengan biaya yang relatif rendah dan perangkat keras yang kurang canggih. 

Namun, popularitas aplikasi yang meningkat dengan cepat memicu kekhawatiran keamanan nasional dan data di luar Tiongkok karena persyaratan Beijing bagi perusahaan domestik untuk berbagi data dengan RRT. Pakar keamanan siber juga telah menandai kerentanan data dalam aplikasi dan menyuarakan kekhawatiran tentang kebijakan privasi perusahaan. 

PIPC pada hari Kamis mengatakan telah mengeluarkan rekomendasi korektif kepada DeepSeek, yang mencakup permintaan untuk segera menghancurkan informasi perintah AI yang ditransfer ke perusahaan Tiongkok yang dimaksud dan untuk menyiapkan protokol hukum untuk mentransfer informasi pribadi ke luar negeri.

Ketika otoritas perlindungan data mengumumkan penghapusan DeepSeek dari toko aplikasi lokal, itu mengisyaratkan bahwa aplikasi tersebut akan tersedia lagi setelah perusahaan menerapkan pembaruan yang diperlukan untuk mematuhi kebijakan perlindungan data setempat.

Investigasi tersebut menyusul laporan bahwa beberapa lembaga pemerintah Korea Selatan telah melarang karyawan menggunakan DeepSeek pada perangkat kerja. Departemen pemerintah global lainnya, termasuk di Taiwan , Australia , dan AS , dilaporkan telah memberlakukan larangan serupa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.