Aset Asuransi Jiwa Tembus Rp551 Triliun: Momentum Diversifikasi Investasi Produktif
📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 19:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total aset investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp551,31 triliun per Juni 2025, angka yang sekilas mencerminkan kekuatan kapital industri keuangan jangka panjang.
Namun, di balik besaran itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah dana raksasa ini sudah benar-benar dikelola secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi kepentingan pemegang polis?
Aset investasi industri asuransi jiwa sejatinya bukan hanya kumpulan angka di atas kertas, melainkan representasi dari dana masyarakat yang mempercayakan masa depan mereka.
Ketika Rp551 triliun lebih ini ditempatkan pada instrumen investasi, dampaknya seharusnya bergema luas—baik dalam stabilitas pasar modal, pengembangan infrastruktur, maupun pembiayaan sektor produktif.
Namun kenyataannya, sebagian besar portofolio investasi masih terkonsentrasi pada instrumen konvensional yang minim efek ganda (multiplier effect) ke ekonomi riil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi ini menuntut industri asuransi jiwa untuk tidak lagi nyaman bermain aman. Dengan besarnya dana kelolaan, industri seharusnya mengambil peran strategis sebagai mitra pembangunan nasional, bukan hanya pengumpul premi dan penyalur klaim.
Transparansi, tata kelola yang ketat, serta keberanian mengarahkan investasi ke sektor berdaya ungkit tinggi menjadi kunci agar Rp551 triliun tersebut benar-benar menjadi energi bagi transformasi ekonomi, bukan sekadar angka yang mengilap di laporan keuangan.
Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Handojo Gunawan Kusuma menyampaikan bahwa total aset investasi industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp551,31 triliun hingga Juni 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan portofolio, ia mengatakan instrumen yang mengalami pertumbuhan paling signifikan adalah Surat Berharga Negara (SBN) yang naik 14,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp223,03 triliun.
“(Penempatan investasi pada SBN) ini menjaminkan komitmen industri asuransi jiwa dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional,” ucap Handojo Gunawan Kusuma di Jakarta, Jumat (22/8).
Ia menyatakan penempatan pada SBN yang merupakan instrumen investasi jangka panjang juga merupakan salah satu strategi perusahaan asuransi jiwa untuk memenuhi liabilitas di masa mendatang.
Selain SBN, industri asuransi jiwa juga menempatkan investasi pada bangunan dan tanah yang meningkat 6,2 persen yoy menjadi Rp16,99 triliun, serta penyertaan langsung yang tumbuh 7 persen yoy menjadi Rp29,15 triliun.
Kinerja investasi industri asuransi jiwa juga tercatat positif pada instrumen emas yang melonjak 25,9 persen yoy menjadi Rp5,54 triliun.
Sementara itu, penempatan investasi di deposito tercatat Rp33,71 triliun, atau turun 6,8 persen yoy, dengan kontribusi 6,1 persen dari total investasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!