Berpotensi Koreksi Lanjutan, 23 Januari 2026
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 08:40 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan akhir pekan ini seiring meningkatnya tekanan sentimen global. Rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan memengaruhi arah pergerakan pasar jangka pendek, mendorong sikap hati-hati investor di tengah potensi volatilitas yang masih tinggi.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pelaku pasar akan mencermati rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) AS serta perkembangan geopolitik global pasca kesepakatan terkait Greenland. Karenanya, Herditya memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Jumat (23/1), masih rawan melanjutkan koreksi di kisaran support 8.948 dan resistance 9.036.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/1) sore, ditutup melemah 18,15 poin atau 0,20 persen ke posisi 8.992,17 seiring pelaku pasar melakukan aksi profit taking (ambil untung) di akhir sesi perdagangan. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,69 poin atau 0,42 persen ke posisi 875,10.
“Mayoritas bursa Asia ditutup menguat, seiring meredanya ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Eropa setelah Presiden Trump menyatakan tidak akan memberlakukan tarif 10 persen terhadap Eropa pada 1 Februari 2026, serta tidak akan menggunakan kekerasan untuk menguasai Greenland,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!