Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Desak Iran dan Israel Cegah Eskalasi Konflik Timur Tengah

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
AS Desak Iran dan Israel Cegah Eskalasi Konflik Timur Tengah Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, menegaskan tidak ada pihak yang boleh meningkatkan konflik di Timur Tengah. Washington telah menyampaikan pesan itu secara langsung kepada Iran dan Israel.

"Kami telah melakukan diplomasi intensif dengan para sekutu dan mitra, mengomunikasikan pesan tersebut secara langsung kepada Iran dan Israel," kata Blinken kepada pers, di Annapolis, Maryland, Selasa (6/8).

Dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong serta Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Australia Richard Marles itu, dia kembali menegaskan komitmen kuat AS terhadap keamanan Israel.

Seperti dikutip dari Antara, Blinken mengatakan AS akan terus membela Israel dan pasukannya terhadap serangan apa pun. "Tetapi, setiap pihak di kawasan itu harus memahami serangan lebih lanjut hanya akan melanggengkan konflik," katanya.

Ia memperingatkan serangan lanjutan dapat berakibat bahaya yang tidak dapat diprediksi dan dikendalikan oleh siapa pun. Blinken mendesak semua pihak untuk meredakan ketengangan, mengingat momentum menentukan yang sedang dihadapi bersama dalam perundingan gencatan senjata di Gaza.

Perundingan Akhir

Merujuk pada pembicaraan telepon antara Presiden AS Joe Biden dan Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad al Thani serta Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sissi, diplomat kelahiran 16 April 1962 itu mengatakan perundingan kini telah mencapai tahap akhir.

Selain itu, Blinken mendesak kepala biro politik Hamas yang baru ditunjuk, Yahya Sinwar, untuk menerima kesepakatan gencatan senjata.

"Dia (Sinwar) telah dan tetap menjadi penentu utama dalam penyelesaian gencatan senjata. Jadi, saya pikir ini hanya menggarisbawahi fakta bahwa dialah yang benar-benar memutuskan apakah akan melanjutkan gencatan senjata yang secara nyata akan membantu begitu banyak warga Palestina yang sangat membutuhkan," katanya.

Blinken juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, terkait dengan upaya meredakan ketegangan regional dan perlunya mencapai gencatan senjata segera di Gaza, yang mencakup pertukaran warga Israel yang disandera dan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Ketegangan meningkat di Timur Tengah setelah pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, pada 31 Juli 2024 di Ibu Kota Iran, Teheran, dan pembunuhan Komandan Senior Hizbullah, Fuad Shukr, oleh Israel di Beirut.

Hamas dan Iran menuduh Israel membunuh Haniyeh. Sementara Tel Aviv belum mengonfirmasi atau membantah bertanggungjawab atas insiden tersebut.

Iran bersumpah akan memberikan hukuman keras bagi Israel sebagai balasan atas pembunuhan Haniyeh di wilayah negaranya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

51 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.