Antonius Benny Susetyo: Paskibraka Harus Aktif Menjaga Kemajemukan dalam Menggunakan Media Sosial
📅 Rabu, 06 Sep 2023, 17:27 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Istimewa
PALANGKARAYA - Dalam era digital, sekat-sekat budaya makin terbuka, informasi, budaya, dan ideologi tersampaikan dengan cepat dan hampir tanpa filter.
Hal ini membuat ruang publik, khususnya media sosial menjadi padat dan penuh dengan informasi yang tak jarang membuat para penggunanya, khususnya generasi muda tersesat dalam hal hal yang tidak hanya tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam perkembangannya dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, dan bahkan menimbulkan kerugian baik secara personal, kelompok bahkan negara.
Karena hal tersebut, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Kedeputian Pendidikan dan Pelatihan, Selasa (5/9) mengadakan kegiatan Pembelajaran Aktif Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Paskibraka Tahun 2023 Provinsi Kalimantan Tengah, di Kota Palangkaraya.
Kegiatan ini menyasar para Paskibraka se-Provinsi Kalimantan Tengah yang diharapkan dapat menjadi duta dan garda terdepan dalam upaya pembumian dan penanaman kembali nilai-nilai Pancasila, khususnya kepada generasi muda, dalam upaya menghadapi tantangan yang timbul dalam era digital di media sosial seperti sekarang ini.
Menurut siaran persnya, dalam acara yang dihadiri secara luring oleh 58 anggota Paskibraka se-Provinsi Kalimantan ini, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo yang bertindak sebagai nara sumber menyatakan Paskibraka merupakan representasi dari perwakilan kaum muda Indonesia dengan latar belakang yang beragam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk itu, tambah Benny, para Pasukan Pengibar Bendera yang terpilih hendaknya dapat terus berperan aktif menjadi contoh nyata pengaktualisasian nyata nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam era media sosial dan digital.
Dalam era digital, internet dan media sosial memiliki nilai dan bagian luar biasa dalam kehidupan manusia, keberadaannya yang tidak mengenal ruang dan waktu membuat masyarakat tak sadar makin tergantung kepada internet.
Masyarakat terjebak dalam hyper reality yaitu realitas yang dilebih- lebihkan akibat konten-konten yang disajikan oleh para influencer dan konten creator yang menyajikan perilaku berlebihan terkait kemewahan, kesedihan ataupun hal-hal yang menantang bahaya. Akibat hal tersebut, terjadi pergeseran nilai di masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekarang masyarakat lebih mementingkan kepopuleran, kuantitas mengenai berapa like, view, dan share yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan media sosial yang cenderung mengedepankan sensasi, konten nirfaedah, dan berita bohong. Hal ini menyebabkan narasi negatif seperti penghinaan terhadap identitas yang berbeda, bullying, hedonisme dan narasi pecah belah yang memancing keributan dan pertikaian di media sosial menjadi mengemuka dan trending topic.
Hal ini sejalan dengan perumpamaan Plato tentang manusia yang masuk gua besar dan meraba raba, kebenaran di era digital ini cenderung mengedepankan persepsi, bukan kesadaran kritis dalam mengolah informasi.
Untuk selanjutnya, pakar komunikasi politik ini menyatakan ruang publik seharusnya menjadi ruang dialog multi arah bukan sekadar tempat bermonolog para individualis yang tidak menghargai perasaan orang lain dan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat.
Untuk itu para Paskibraka harus tampil dalam upaya menjadikan ruang milik bersama ini kembali menjadi ruang terbuka yang santun, ruang nyata yang aman dan nyaman yang menghargai dan menghormati keberagaman serta ruang berpancasila tempat seluruh lapisan masyarakat bisa berbagi nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang merupakan jiwa Indonesia.
Dalam acara yang dihadiri 48 orang Paskibra Tingkat Kabupaten masing-masing dari Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Katingan, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Seruyan secara daring itu Benny menyatakan para Paskibraka harus dapat menjadikan Pancasila sebagai habituasi dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan Negara. Para calon anggota Paskibraka harus dapat menjadikan Pancasila sebagai gugus insting yang mempengaruhi cara berpikir, bertindak, dan berlaku.
"Paskibraka harus dapat menjadi contoh bagaimana seharusnya kaum muda mengisi masa depannya dan karenanya dipandang perlu untuk para Paskibraka untuk senantiasa tidak hanya menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila tetapi juga dengan nyata melakukannya dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga serta menghormati keberagaman sehingga kaum muda Indonesia dapat menemukan dan mengikuti role model yang mengerti serta melaksanakan nilai-nilai luhur bangsa ini, sehingga Pancasila dan Indonesia tidak menghilang digerus zaman," ujar Benny.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!