Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ada Apa Dibalik Melanjutkannya Megaproyek Jakarta International Stadium di Tegah Pandemi

📅 Selasa, 10 Agu 2021, 09:53 WIB | Oleh:
Ada Apa Dibalik Melanjutkannya Megaproyek Jakarta International Stadium di Tegah Pandemi Doc: istimewa

Proyek besar di DKI Jakarta akan dilanjutkan walaupun dalam keadaan pandemi yang belum usai. Gubernur DK Jakarta Anies Baswedan melanjutkan proyek besar yang salah satunya peresmian Jakarta International Stadium (JIS).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang sebelumnya mengajukan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada pemerintah pusat. Dana PEN untuk DKI Jakarta Cair di tahun 2020 sebesar Rp 3,2 triliun, sedangkan untuk 2021 cair sebesar Rp 7,8 triliun.

Dalam pernyataan Anies, sana sebesar Rp 7,8 triliun yang cair pada 2021 itu akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur pada 2020 lalu.

"Kegiatan pembangunan infrastruktur pada tahun 2021 merupakan kelanjutan atas pembangunan infrastruktur tahun 2020, sehingga menjadi satu kesatuan pelaksanaan pembangunan," ungkap Anies ketika memaparkan jawaban atas pemandangan fraksi tentang perubahan APBD 2020 di Rapat Paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2020).

Megaproyek DKI Jakarta yang menjadi sorotan banyak warga adalah pembangunan Jakarta International Stadium. Pada Juni lalu, Anies mengawal langsung proses pengakatan rangka atap JIS.

Keterangan terbaru, bahwa JIS ditargetkan akan diresmikan pada Desember 2021.

Jakarta International Stadium

Pembangunan Jakarta International Stadium dimulaii dari akhir 2019. Dana pinjaman untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 Pemprov DKI Jakarta disorot lantaran sebagian dipakai untuk pembangunan infrastruktur yang salah satunya pembangunan JIS.

Anies mengatakan stadion ini bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan hingga seni budaya.

"Di sisi lain, ini adalah sebuah kota di mana mayoritas penduduknya di sore hari dia harus melaksanakan kewajiban untuk salat Magrib yang waktunya amat pendek. Bisa dibayangkan, melihat di stadion itu kita akan bertemu dengan situasi mayoritas mungkin melakukan jamak, karena pertandingan jam 7, 80 ribu orang, di mana mereka bisa melaksanakan," ujar Anies, Rabu (28/7/2021).

Anies juga memaparkan bentuk Jakarta International Stadium yang memiliki atap buka-tutup. "Dengan adanya stadion buka-tutup atapnya, maka pertandingan itu bisa dilakukan praktis bisa jam berapa saja, karena siang hari pun bisa digunakan, sore hari, waktu kapan saja," ungkapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Jakarta mempunyai sejarah yang panjang sehingga menjadi seperti sekarang ini. Ia mengatakan adanya Jakarta International Stadium (JIS) harus bisa mencerminkan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat yang sama-sama merasakan kesetaraan serta kebersamaan yang membuat warga Jakarta dapat bersatu.

"Kota ini punya sejarah yang panjang hingga menjadi seperti sekarang. Jadi ketika ada sebuah stadion, maka stadion ini harus bisa mencerminkan bahwa tempat untuk berkumpul seluruh masyarakat dengan merasakan perasaan kesetaraan, kebersamaan yang membuat kita semua sebagai warga Jakarta itu tersatukan," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Wisata
Sunyi Nan Magis di Danau Sagea
Olahraga
Piala Dunia, Beban Berat Di...
Daerah
Para Pendidik di Wilayah Su...

Neraca perdagangan Januari-Mei 2026 surplus

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Neraca perdagangan Januari-...
Olahraga
Sabalenka Hadapi Ujian Bera...

Potensi luas panen padi Juni-Agustus 2026

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Potensi luas panen padi Jun...
Ekonomi
Kelangkaan elpiji sebabkan ...
Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

02 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.