Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

3.058 PPPK Paruh Waktu Pemkab Bekasi Terima SK Pengangkatan

📅 Senin, 17 Nov 2025, 18:50 WIB | Oleh:
3.058 PPPK Paruh Waktu Pemkab Bekasi Terima SK Pengangkatan Doc: antara foto
Ket. Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Bekasi, Jabar.

KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat (Jabar), menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada 3.058 aparatur sipil negara berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) paruh waktu, sebagai bagian dari penataan kebutuhan aparatur di pemerintah daerah setempat.

"Bapak dan ibu pada hari ini kita melanjutkan kegiatan pelantikan setelah beberapa waktu sebelumnya mengangkat 9.000 lebih PPPK yang bekerja penuh waktu," kata Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang saat acara penyerahan SK PPPK tersebut di Cikarang, Senin (17/11).

Dia mengatakan pengangkatan ribuan PPPK paruh waktu ini sudah sesuai ketentuan berdasarkan hasil telaah serta kajian. Keputusan tersebut juga telah melalui perhitungan serius berkaitan kemampuan fiskal APBD Kabupaten Bekasi.

"Dan kajian ini bukan hanya kajian aspirasi dari bupati sebelumnya, tapi kajian juga bagaimana nanti kita mengalokasikan anggaran, cukup atau tidak. Sekarang kan juga ada pemotongan Rp600 miliar lebih dari dana transfer pusat ke daerah," katanya.

Pengangkatan lebih dari 3.000 PPPK paruh waktu ini pun dipastikan telah melalui pertimbangan anggaran yang matang agar tidak membebani keuangan daerah di tengah penyesuaian fiskal.

"Mudah-mudahan kajian ini tidak salah, kita melantik 3.000 lebih PPPK paruh waktu. Secara keseluruhan sudah sekitar 13.000 PPPK yang dilantik dan untuk kajian anggaran berkisar satu triliun rupiah dalam setiap tahunnya," ucapnya.

Bupati juga menegaskan pemerintah untuk sementara menahan rekrutmen PPPK tambahan karena kemampuan anggaran yang terbatas serta kebutuhan untuk menyeimbangkan pembangunan daerah.

"Mohon jangan menerima lagi untuk PPPK. Saya dapat info dari Kemendagri kalau alokasi anggaran untuk gaji PPPK di Kabupaten Bekasi ditanggung kementerian. Jadi, ada reward dari Kemendagri sebesar anggaran yang nanti ditransfer ke kas rekening daerah, yaitu Rp1 triliun," katanya.

Ia menambahkan jumlah aparatur di Pemkab Bekasi kini meningkat signifikan setelah pengangkatan PPPK paruh waktu sehingga belanja pegawai perlu dikelola dengan sangat hati-hati.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bekasi, jumlah aparatur sipil negara di daerah itu mencapai 22.504 orang, terdiri atas 9.090 PNS, tiga CPNS, serta 13.411 PPPK penuh waktu.

"Dengan pengangkatan 3.058 PPPK paruh waktu ini maka total jumlah ASN Kabupaten Bekasi kini menjadi 25.562 orang," katanya.

Ade mengingatkan perangkat daerah terkait untuk mengantisipasi potensi peningkatan porsi belanja pegawai dari sumber APBD sehingga perlu dukungan lembaga legislatif dalam menjaga keseimbangan fiskal daerah.

"Artinya belanja pegawai kita sebelum pengangkatan PPPK paruh waktu saja sudah 40 persen lebih, ini bisa jadi meningkat. Nah ini nanti kami mohon kepada Pak Ketua DPRD bisa memberikan masukan, inovasi untuk Kabupaten Bekasi," ucapnya.

Di sisi lain, bupati menegaskan fokus anggaran tidak hanya kesejahteraan ASN, tetapi juga pembangunan infrastruktur, prasarana dan kebutuhan dasar warga tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.