3 Tokoh Indonesia Raih Anugerah Bintang Jasa dari Jepang
📅 Kamis, 09 Nov 2023, 08:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu
TOKYO - Tiga tokoh Indonesia meraih anugerah bintang jasa dari Pemerintah Jepang pada 2023 atas jasa-jasa mereka dalam memperkokoh hubungan antara Jepang dan Indonesia.
Tiga tokoh tersebut adalah Mantan Menteri Liar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Profesor Universitas Negeri Surabaya Djodjok Soepardjo.
"Penghargaan-penghargaan ini istimewa karena bertepatan dengan peringatan hubungan diplomatik Indonesia Jepang. Ini bentuk konkret kedekatan kedua bangsa sekaligus menjadi apresiasi Pemerintah Jepang atas jasa dan para tokoh ini," kata Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi dalam konferensi pers di Tokyo, Rabu (8/11).
Mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda mendapatkan Bintang Tanda Jasa: Grand Cordon of the Order of the Rising Sun atas kontribusi membangun kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang.
Hassan Wirajuda menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri pada 2001 dan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada periode pertama mulai 2004.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam masa jabatan tersebut, Hassan dinilai meningkatkan hubungan antara Jepang dan Indonesia dalam berbagai bidang, terutama pada berbagai kesempatan kunjungan petinggi yang penting dari kedua negara.
Sebagai pemimpin otoritas diplomasi pihak Indonesia, dia dinilai berhasil menyukseskan berbagai kunjungan penting tersebut, sehingga berkontribusi besar untuk mendorong hubungan persahabatan di antara kedua negara.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendapatkan Bintang Tanda Jasa: The Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star atas kontribusi bagi peningkatan hubungan antara Jepang dan Indonesia di bidang infrastruktur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Basuki berkontribusi bagi peningkatan proyek kerja sama ekonomi antara kedua negara yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dasar, termasuk jalan dan sungai melalui berbagai jabatan mulai dari Direktur Jenderal Sumber Daya Air dan Direktur Jenderal Penataan Ruang, Kementerian PUPR, sehingga sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak 2014.
Pengetahuan dan pengalaman yang didapat dari proyek pengendalian erosi gunung berapi (Sabo) di Gunung Merapi, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menjadi masukan bagi proyek Sabo di Pulau Sakurajima dan Gunung Unzen Fugen-dake di Jepang.
Kerja sama Jepang di Indonesia seperti itu dianggap telah memberikan kontribusi yang besar bagi pengembangan pencegahan bencana gunung berapi bukan hanya di Indonesia melainkan juga di Jepang
Profesor Universitas Negeri Surabaya Dr. Djodjok Soepardjo, M.Litt. mendapatkan Bintang Tanda Jasa: The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon atas kontribusi bagi peningkatan pertukaran akademik antara Jepang dan Indonesia.
Profesor Djodjok Soepardjo bekerja sebagai dosen Bahasa Jepang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sejak 1983 dan pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang serta Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerjasama.
Dia memberikan kontribusi dengan mengajar banyak calon guru bahasa Jepang di UNESA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!