Putra Mahkota Arab Saudi Kucurkan Pinjaman Rp6,5 Triliun untuk Perkuat Pertahanan Suriah
Kamis, 05 Nov 2026, 12:19 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S* 60 juta dolar AS untuk memperbaiki bangunan perumahan yang mengalami kerusakan.
* 105 juta dolar AS untuk memperkuat sektor pertahanan sipil.
* 90 juta dolar AS untuk merehabilitasi pembangkit listrik tenaga termal Aleppo.
* 30 juta dolar AS untuk mengembangkan sistem penyediaan air minum di Damaskus dan Idlib.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain pembiayaan tersebut, kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama industri, pertanian, dan perlindungan lingkungan.
Dalam pertemuan di Riyadh, al-Sharaa dan Mohammed bin Salman turut membahas perkembangan situasi regional dan internasional, termasuk dampak eskalasi militer terhadap keamanan kawasan.
Kedua pemimpin menyoroti pentingnya menjaga keselamatan pelayaran internasional, keandalan pasokan energi, serta stabilitas ekonomi global.
Mereka juga menyerukan deeskalasi dan penyelesaian konflik melalui jalur damai. Keduanya mendesak penghentian segera berbagai tindakan yang mengancam keamanan navigasi maritim di Laut Merah, Selat Bab al-Mandeb, dan Selat Hormuz.
Pembahasan tersebut berlangsung ketika Arab Saudi menghadapi kembali meningkatnya ancaman keamanan dari kelompok Houthi di Yaman. Kelompok tersebut dilaporkan pernah menyerang bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi dalam konflik melawan pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Arab Saudi bahkan telah meminta dukungan pertahanan maupun ofensif dari Amerika Serikat serta sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah untuk menghadapi ancaman tersebut.
Hubungan Menguat Pascajatuhnya Assad
Arab Saudi menjadi salah satu pendukung penting pemerintahan Suriah setelah Ahmed al-Sharaa mengambil alih kekuasaan menyusul penggulingan Bashar al-Assad pada Desember 2024.
Kedekatan kedua negara juga terlihat dalam pertemuan sebelumnya di Riyadh pada 6 Oktober 2026.
Saat itu, kedua pemimpin membahas rencana rekonstruksi Suriah, termasuk pembangunan kembali infrastruktur yang rusak dan berbagai fasilitas penting negara tersebut.
Rangkaian kesepakatan terbaru menunjukkan hubungan Damaskus dan Riyadh tidak lagi hanya berfokus pada dukungan pemulihan ekonomi, tetapi juga mulai diperkuat melalui kerja sama keamanan dan pertahanan di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!