Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
Kamis, 05 Nov 2026, 12:36 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Latihan ini memungkinkan kami untuk meninjau secara kritis bagaimana kami menghormati, menghargai, dan secara sistematis mengelola korban yang gugur dalam konflik intensitas tinggi," ujarnya.
Ruede menegaskan, persiapan sejak dini diperlukan agar militer tidak harus menyusun prosedur penanganan korban secara mendadak ketika perang benar-benar terjadi.
"Jika kita berperang besok, kita akan improvisasi seiring berjalannya waktu. Apa yang kita lakukan di sini adalah mengambil pendekatan ilmiah yang telah teruji di lapangan sehingga kita dapat mempertahankan kendali yang positif dan dengan hormat merawat para korban yang gugur," katanya.
Latihan di Fort Bragg tersebut juga menjadi momentum penting bagi personel keagamaan militer. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun, para pendeta Angkatan Darat AS dan personel yang menangani urusan keagamaan kembali mendapatkan pelatihan mengenai keterlibatan mereka dalam proses penggalian kuburan sementara di medan perang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah ini memperlihatkan bahwa persiapan militer AS tidak hanya mencakup kemampuan tempur dan logistik, tetapi juga skenario penanganan korban jiwa dalam jumlah besar apabila menghadapi perang dengan intensitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan konflik yang dialami dalam beberapa dekade terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
05 Nov 2026, 12:53 WIB.
Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke Iran? Atau ke Taiwan.
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!