40% Bahan Baku Masih Impor, RI Ternyata Raja Pulp Dunia! Ini Kata Menperin Sarmuji
Rabu, 04 Nov 2026, 13:46 WIB | Oleh: Tim RedaksiSelain KDU, industri pulp dan kertas juga menghadapi tantangan ketersediaan bahan penolong serta tuntutan penerapan industri hijau.
Untuk kebutuhan garam industri yang digunakan dalam proses chlor-alkali plant (CAP), pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan guna menjaga keseimbangan antara pemanfaatan produksi domestik dan kebutuhan industri.
Untuk pati atau tapioka, Kemenperin memfasilitasi business matching dengan pemasok dalam negeri serta mengoordinasikan usulan kebutuhan impor apabila pasokan domestik tidak mencukupi, terutama pada musim kering.
"Kami terus mendorong agar industri mengutamakan pemanfaatan bahan baku dalam negeri sepanjang pasokannya tersedia dan memenuhi kebutuhan produksi," ujar Sarmuji.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sarmuji juga menekankan pentingnya percepatan transformasi industri hijau.
"Penerapan kebijakan dekarbonisasi perlu mempertimbangkan kondisi dan karakteristik masing-masing industri agar upaya penurunan emisi dapat berjalan secara efektif sekaligus tetap menjaga daya saing industri nasional," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!