Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Perluas Kerja Sama Energi Bersih dengan Tiongkok

3 Selasa, 03 Nov 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Indonesia Perluas Kerja Sama Energi Bersih dengan Tiongkok Indonesia Perluas Kerja Sama Energi Bersih dengan Tiongkok Doc: istimewa
Ket. Transisi Energi

Beijing - Indonesia membidik investasi energi terbarukan dari Tiongkok untuk mempercepat pengembangan sektor energi berkelanjutan sekaligus memperluas kerja sama ekonomi kedua negara.

Dikutip dari Antara, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan kerja sama energi terbarukan tidak semata-mata berorientasi pada nilai transaksi, tetapi juga menyangkut masa depan lingkungan dan kehidupan manusia.

"Ketika kita berbicara mengenai energi terbarukan dan energi berkelanjutan, persoalannya bukan sekadar kualitas transaksi yang kita lakukan tapi juga tentang bagaimana kita membentuk masa depan umat manusia," kata Irene dalam forum bisnis Indonesia-Tiongkok bertajuk "Mobilizing China RE Investment into Indonesia" di Beijing, Senin (2/11).

Forum tersebut dihadiri sekitar 150 peserta dari kalangan usaha kedua negara. Irene berharap pertemuan itu dapat memperkuat kolaborasi jangka panjang, bukan hanya menghasilkan transaksi bisnis.

"Forum ini bukan hanya tentang membangun penghargaan bersama antara dua negara atau melakukan transaksi bersama. Ini tentang bagaimana kedua negara dapat membangun hubungan demi dunia yang lebih baik," ungkap Irene.

Tiongkok memiliki kapasitas besar dalam pengembangan energi terbarukan. Hingga paruh pertama 2026, kapasitas terpasang energi terbarukan negara tersebut mencapai 2,46 miliar kilowatt atau 60,7 persen dari total kapasitas pembangkit listrik nasional. Angka itu bahkan melampaui kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara untuk pertama kalinya pada akhir Juli 2026.

Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Beijing Rizaldi Indra Janu mengatakan investor Tiongkok selama ini berperan penting dalam pengembangan industri dasar di Indonesia. Namun, peluang kerja sama masih terbuka di sektor energi, pertanian, ekonomi digital, kesehatan, dan industri strategis lainnya.

"Sebagai contoh, kerja sama otomotif hingga barang-barang rumah tangga, masih terdapat ruang yang cukup besar untuk memperluas kerja sama ke sektor energi, pertanian, ekonomi digital yang berkembang pesat, layanan kesehatan, dan berbagai industri utama lainnya," ungkap Rizaldi.

Ia menyebut pemerintah mendorong investasi Tiongkok pada hilirisasi mineral, kendaraan energi baru, energi terbarukan, pusat data, ekonomi digital, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Rizaldi juga menyoroti sejumlah kawasan potensial, antara lain Cikarang dan Jababeka di Jawa Barat untuk industri otomotif, elektronik, dan logistik; Batam untuk manufaktur dan kegiatan ekspor; serta Surabaya dan Bali untuk peralatan medis dan usaha makanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Bansos bagi 2.200 Warga Tangerang Cair

39 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Bansos bagi 2.200 Warga Tan...
Megapolitan
Makanan Minuman dan Tembaka...
Olahraga
Bayi Ajaib Itu Kini Tak Lag...
Luar Negeri
Indonesia Perluas Kerja Sam...
Ekonomi
Bappenas Dorong Transformas...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.