BMKG: Siklon Champi Ubah Arah Sebaran Asap Karhutla
Minggu, 25 Okt 2026, 17:52 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Dokumentasi BMKG
JAKARTA – Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan anggapan Siklon Tropis Champi dapat menyedot asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Pengaruh siklon terhadap asap bukan berupa penyedotan langsung, melainkan perubahan sirkulasi angin.
BMKG menyatakan sirkulasi siklon dapat memengaruhi arah dan kecepatan angin regional. Perubahan itu dapat mengubah jalur perpindahan asap dari wilayah karhutla.
“Secara prinsip, siklon tidak bekerja seperti penyedot yang menarik asap langsung dari wilayah jauh. Sirkulasinya dapat memengaruhi arah dan kecepatan angin regional sehingga mengubah jalur transportasi asap,” ujar Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Fenomena Cuaca Khusus BMKG, Miming Saepudin, pada Minggu (25/10).
Miming menyebut, Champi kini tidak lagi berdampak pada cuaca maupun potensi gelombang di Indonesia. Karena itu, potensi hujan di sejumlah daerah perlu ditinjau berdasarkan faktor atmosfer lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
BMKG masih memantau potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sumatera selama beberapa hari ke depan. Wilayah yang perlu waspada meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau, serta sebagian Jambi dan Sumatera Selatan.
“Dalam dua hari ke depan, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau. Potensi serupa juga mencakup sebagian Jambi dan Sumatera Selatan,” kata Miming.
Menurut Miming, potensi hujan tersebut berkaitan dengan bibit siklon di Teluk Benggala dan dinamika atmosfer lainnya. Konvergensi atau pertemuan angin di Sumatera juga dapat meningkatkan pembentukan awan hujan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah masih berpotensi mengalami hujan yang tidak merata. Miming mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai potensi kebakaran di wilayah tersebut.
Di Kepulauan Riau, hujan ringan hingga sedang diperkirakan turun tidak merata selama sepekan ke depan. Hujan tersebut berpotensi membantu mengurangi kondisi asap di wilayah setempat.
“Curah hujan di wilayah terdampak asap setidaknya dapat membantu membersihkan atmosfer. Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai genangan saat hujan sedang hingga lebat,” ujar Miming.
BMKG mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui media sosial resmi serta aplikasi Info BMKG. Informasi yang tersedia mencakup prakiraan harian dan peringatan cuaca untuk enam jam ke depan. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!