Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Patut Waspada, Gunung Semeru Erupsi Berupa Awan Panas dengan Jarak Luncur Tidak Teramati pada Rabu (4/11) Siang

4 Rabu, 04 Nov 2026, 15:45 WIB | Oleh:
Patut Waspada, Gunung Semeru Erupsi Berupa Awan Panas dengan Jarak Luncur Tidak Teramati pada Rabu (4/11) Siang Patut Waspada, Gunung Semeru Erupsi Berupa Awan Panas dengan Jarak Luncur Tidak Teramati pada Rabu (4/11) Siang Doc: antara foto
Ket. Gunung Semeru terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur erupsi berupa awan panas.

LUMAJANG - Gunung Semeru terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur erupsi berupa awan panas dengan jarak luncur tidak teramati pada Rabu (4/11) siang.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada Rabu pukul 12.49 WIB, namun tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra dalam laporan tertulisnya yang diterima di Lumajang.

Menurut dia, erupsi Gunung Semeru tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm selama 2 menit 55 detik dan erupsi berupa awan panas dengan jarak luncur tidak teramati dikarenakan visual gunung tertutup kabut.

Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas perrmukaan laut (mdpl) itu kembali erupsi pada pukul 14.41 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak (4.676 mdpl).

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 136 detik," tuturnya.

Agastya menjelaskan saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
BSU 2026 Cair Rp900 Ribu, I...
Daerah
Abrar Fikri Wijaya Persemba...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
UEFA Nobatkan Calvin Verdonk sebagai Pemain Terbaik

UEFA Nobatkan Calvin Verdonk sebagai Pemain Terbaik

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.