Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Budaya Kerja

3 Selasa, 03 Nov 2026, 16:45 WIB | Oleh:
Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Budaya Kerja Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Budaya Kerja Doc: Kemendagri
Ket. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah (pemda) menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan. Upaya tersebut diperkuat melalui pelaksanaan Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga mendorong lahirnya solusi nyata bagi masyarakat.

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah (pemda) menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan. Upaya tersebut diperkuat melalui pelaksanaan Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga mendorong lahirnya solusi nyata bagi masyarakat.

Dorongan itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian membuka kegiatan Presentasi Kepala Daerah dalam rangkaian seleksi pemenang IGA 2026. Kegiatan tersebut digelar secara hybrid dari Command Center Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Wiyagus menegaskan, inovasi harus menjadi kebiasaan dalam bekerja dan menyelesaikan persoalan pemerintahan. Pemda juga perlu memberikan ruang bagi inisiatif aparatur serta melibatkan masyarakat dalam merumuskan solusi sesuai kebutuhan dan karakteristik daerah.

Menurut Wiyagus, esensi IGA tidak berhenti pada pemberian penghargaan kepada daerah yang berhasil menciptakan inovasi. Ajang tersebut harus menjadi pemantik agar pemda terus mengembangkan, mereplikasi, dan memperluas manfaat berbagai praktik baik.

"Jadi inovasi ini bukan sekadar aplikasi baru, kegiatan baru, atau perubahan nama program. Tapi inovasi ini adalah cara baru yang lebih efektif untuk menghasilkan nilai untuk publik," katanya.

Ia menjelaskan, ruang kreativitas yang diberikan kepada pemda perlu dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan secara kontekstual, terukur, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, inovasi tidak hanya terlihat dari kebaruan program, tetapi juga dari efektivitas serta manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

Wiyagus turut menyoroti sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat di Indonesia, antara lain produktivitas, kualitas kelembagaan, pengembangan teknologi, serta kemampuan mengubah pengetahuan menjadi nilai ekonomi. Menurut dia, penguatan aspek tersebut membutuhkan pembangunan ekosistem inovasi secara konsisten.

Ekosistem tersebut perlu melibatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan media. Pemda juga diminta membuka ruang bagi para inovator agar praktik yang terbukti berhasil dapat direplikasi dan diterapkan lebih luas.

Selain itu, Wiyagus menekankan pentingnya inovasi untuk mendorong kemandirian fiskal daerah yang sehat dan berkeadilan. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), kata dia, perlu didukung pendataan akurat, administrasi modern, perluasan basis penerimaan, serta perbaikan kualitas layanan.

"Sinergi pusat dan daerah harus terlihat dalam proyek yang saling menguatkan, pengurangan hambatan investasi, konektivitas antardaerah, dan dampak pembangunan yang dapat dirasakan betul oleh masyarakat," tuturnya.

Sebagai contoh, Wiyagus menyinggung inovasi Pemerintah Kota Mojokerto melalui aplikasi Bayar Pajak Pakai Sampah Bisa Langsung dan Terintegrasi atau Bajak Sambal Terasi. Program tersebut menghubungkan nilai tabungan bank sampah dengan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui sistem digital.

Melalui mekanisme tersebut, masyarakat dapat menggunakan nilai tabungan dari kegiatan pengelolaan sampah untuk memenuhi kewajiban pembayaran pajak. Inovasi ini mengintegrasikan persoalan lingkungan, inklusi ekonomi, dan administrasi pendapatan daerah dalam satu layanan.

"Pendekatan ini menunjukkan bagaimana persoalan lingkungan, inklusi ekonomi, dan administrasi pendapatan dapat dirangkai menjadi satu. Nilai inovasinya juga terletak pada keterpaduan, kemudahan bagi warga, serta peluang menciptakan nilai ekonomi," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Wiyagus juga mengutip pemikiran ekonom Amartya Sen mengenai pembangunan sebagai upaya memperluas kapabilitas manusia. Artinya, pembangunan perlu memberikan kesempatan nyata kepada masyarakat untuk memilih dan menjalani kehidupan yang bernilai.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penerimaan fiskal akan bermakna apabila mampu memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, serta layanan publik yang lebih baik. Karena itu, masyarakat perlu ditempatkan bukan hanya sebagai penerima manfaat, melainkan juga sebagai bagian dari penggerak pembangunan.

"Inilah prinsip yang harus mendasari inovasi. Manusia bukan hanya sekadar penerima manfaat, melainkan subjek sekaligus penggerak aksi pembangunan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Polri Mutasi 264 Perwira Ti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya   

Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.